Warna FORSINO 2015 sd 2018

 Dear Warga Forsino,

Mohon maaf, sudah sekian lama saya yang ditugasi menjadi Ketua Forsino 2015-2018 belum muncul di jalur komunikasi resmi. Sebenarnya, sebelum ini sudah ada beberapa kumpul-kumpul tukaran pikiran untuk rencana kerja Pengurus Forsino ke depan, namun belum juga ada kristalisasi pokok rencana kerja. Sambil menunggu saya mempelajari AD/ART FORSINO, juga menunggu laporan resmi Pengurus Forsino era Bung Don Bosco, maka saya coba menggagas beberapa ide untuk mohon ditanggapi para Kakek Buah, Bapak Buah, Anak Buah dan buah-buah lainnya.

Silahkan diperkaya.

Salam
Benny Marbun.


Warna Forsino 2015 – 2018


.Program kerja Forsino disusun berdasarkan masukan dari banyak warga Forsino, mulai dari yang paling Senior hingga yang paling Muda, mulai dari yang paling aktif di media komunikasi hingga yang tidak aktif, mulai dari yang merasa kuat secara phisik hingga yang merasa paling lemah, mulai dari yang biasanya lebih banyak mikir surgawi hingga yang lebih banyak mikir duniawi, mulai dari yang lebih berharap ke hari esok lebih baik hingga yang berharap cukup menikmati hari ini, dll. Maka dicoba menggabungkan berbagai warna menjadi susunan warna yang sedapat mungkin dapat mewakili semuanya, sebagai berikut: Lanjutkan membaca “Warna FORSINO 2015 sd 2018”

Refleksi Reuni Akbar Forsino 2015

Oleh Bambang Ismawan

Pada 7 – 9 Agustus 2015 di Solo telah diselenggarakan reuni akbar FORSINO (Forum Komunikasi Realino), suatu Paguyuban yang anggotanya terdiri dari para alumni Asrama Mahasiswa Realino Yogyakarta. Didirikan (1952) dan dikelola para Rohaniwan Yesuit, Asrama Realino dimaksudkan untuk melengkapi pendidikan kepribadian dan kebersamaaan, utamanya bagi mahasiswa Universitas Gajah Mada. Asrama ini terletak di jalan Mrican Yogyakarta, suatu tempat tinggal nyaman, terdiri dari 2 gedung utama masing-masing bertingkat 2 yang menampung 120 mahasiswa; dilengkapi dengan berbagai fasilitas olah raga, musik dan perpustakaan, menjadikan Asrama Realino sebagai tempat tinggal idaman bagi para mahasiswa waktu itu.

Walau dikelola oleh Rohaniwan Katolik, jumlah mahasiswa Katolik dibatasi tidak lebih dari 50%. Penghuni asrama ini diupayakan bhineka, baik latar bidang studi, etnis maupun agama. Hal ini antara lain dicerminkan dalam susunan penghuni di masing-masing kamar tidur yang terdiri dari 3 orang. Suasana hidup bersama di Asrama Realino terasa sangat bineka. Sewaktu masuk asrama ini (1957), saya merasakan suasana ke-Indonesia-an yang majemuk. Sebelumnya saya bersekolah SMA di Kediri yang Jawa banget, kini cakrawala pergaulan terbentang luas. Pada tahap awal, saya menikmati persahabatan dengan teman-teman dari Flores dan Batak Karo, mengagumi serta belajar dari kelebihan- kelebihan mereka; kemudian berkenalan dengan para sahabat dari berbagai daerah, latar keyakinan dan disiplin ilmu. Lanjutkan membaca “Refleksi Reuni Akbar Forsino 2015”