Induk Bebek yang Peduli Sesama

paulusEv. PAULUS WALUYO WIJAYA

Suatu ketika seekor induk bebek sedang duduk di areal peternakan.

Lalu seekor ayam jago datang menghampirinya dan berkata, “Oh induk bebek yang baik hati, maukah kau menolongku membersihkan bulu-buluku yang kotor ?”

“Baiklah, mari kusikat dan kubersihkan bulu-bulumu wahai paman ayam ” jawab induk bebek.

“Terima kasih, kau baik sekali” sahut ayam jago dengan perasaan sangat senang.

Tak lama setelah induk bebek selesai membersihkan bulu-bulu paman ayam, datanglah seekor keledai dan berkata kepada induk bebek, “Oh induk bebek cintaku, maukah kau menolongku membawakan kantong-kantong ini…berat sekali, aku tak kuat membawanya sendiri.”

“Baiklah mari ku bantu membawakannya untukmu.” jawab induk bebek.

“Terima kasih, kau baik sekali,” ujar nona keledai sangat senang.

Kemudian datang lagi seekor kucing kepada induk bebek dan berkata, “Oh induk bebek, aku mengotori lantai rumah majikanku. Maukah kau menolongku membersihkannya?”

“Aku lelah, tapi baiklah…aku akan menolongmu membersihkan lantai rumah majikanmu”, jawab induk bebek. “Terima kasih, kau baik sekali, aku akan senantiasa mengingat kebaikanmu”. Pak kucing begitu senang sekali sambil tersenyum ramah.

“Induk bebek… kemarilah… maukah kau menolongku?” Nona sapi tampak kebingungan.

“Ada apa nona sapi?” tanya induk bebek,

“Kau kelihatan begitu bingung.”

“Lonceng kecil di leherku tidak mau berbunyi, maukah kau melihat dan memperbaikinya?”

“Oh tentu… tenanglah sebentar, aku akan menolongmu.” jawab induk bebek.

“Terima kasih, kau baik sekali kawan. Sekarang aku dapat berjalan lagi dengan nyaman.” Nona sapi sangat gembira sambil tersenyum malu.

”Benar -benar hari yang sangat melelahkan. Aku menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaan ini dan itu, tapi aku senang dapat membantu kawan-kawanku.” Induk bebek pun beristirahat karena hari sudah sangat malam.

Keesokan harinya, di pagi yang cerah induk bebek pergi ke ladang gandum. Di pinggir lumbung ia bertemu dengan ayam jago.

“Selamat pagi ayam jago, aku hendak ke ladang gandum, maukah kau membantuku memotong gandum?” induk bebek bertanya.

“Oh aku sedang sibuk sekali induk bebek,” jawab paman ayam sambil menyisir bulu-bulunya yang indah.

“Ya, baiklah kalau begitu. Biar ku potong sendiri gandum-gandum ini”.

Setelah memotong gandum, induk bebek pergi memetik apel. Di bawah pohon apel, nona keledai sedang duduk bercermin.

“Selamat pagi nona keledai, aku hendak memetik apel, maukah kau membantuku mengumpulkannya?” induk bebek bertanya.

“Oh maaf induk bebek, aku sedang terburu-buru. Aku harus pergi sekarang ,“ jawab nona keledai sambil membereskan peralatan kosmetiknya yang berceceran.

“Ya, baiklah kalau begitu. Biar kupetik dan kukumpulkan sendiri apel-apel itu nanti.” Induk bebek segera bekerja sendiri.

Sepulangnya dari memetik apel, induk bebek pergi ke gudang mengambil sekantong gula, sekantong tepung, sebotol sirup, sepuluh butir telur dan dua bongkah besar mentega. Di depan pintu gudang ia bertemu dengan pak kucing.

Induk bebek lalu bertanya, ” Pak kucing, maukah membantuku membawakan barang-barang ini ke dapur bersamaku?”

“Oh, aku tidak sempat induk bebek, banyak pekerjaan yang harus kulakukan.” jawab Pak Kucing sambil menjilati tangannya.

“Ya,baiklah kalau begitu. Biar kubawa sendiri barang-barang ini ke dapur.” jawab induk bebek masygul.

Sesampainya di dapur, induk bebek harus mengeluarkan sekarung besar arang. Tapi untunglah, nona sapi ada di dekat sana.

“Hai nona sapi, kemarilah sebentar. Maukah kau menolongku mengeluarkan sekarung arang ini?” pinta induk bebek.

“Oh induk bebek, kotor sekali karung itu. Lagi pula aku ada janji dengan paman ayam, nona keledai dan pak kucing,” jawab nona sapi.

“Ya,baiklah kalau begitu. Biar kuangkat sendiri karung arang ini” jawab induk bebek.

Sesudah itu mulailah induk bebek membuat kue tart apel yang besar dan enak, karena semua bahan yang dia butuhkan sudah lengkap. Kue itu kemudian ditaruh di pinggir jendela dapur.

“Oh.. oh apakah kalian menciumnya? Harum sekali… ini pasti kue apel yang sangat enak.” kata pak kucing.

“Tentu, tentu kami juga dapat menciumnya. Ayo, kita cari dari mana asalnya?” jawab ayam jago, nona keledai dan nona sapi serempak.

Di depan jendela, induk bebek sudah bersiap-siap menikmati kue tart apelnya ketika kawan-kawannya datang dan berkata, “Induk bebek, maukah kau membagi kue tart apelmu kepada kami, enak sekali kelihatannya,” kata mereka.

“Oh, aku membuatnya seorang diri dan kalian tidak mau membantuku, jadi akupun akan memakannya seorang diri,” kata induk bebek.

Mendengar itu, ayam jago, nona keledai, pak kucing dan nona sapi tampak kecewa serta merasa malu.

Untungnya, induk bebek lalu berkata, ” Tapi karena kalian adalah kawan-kawanku, aku akan memberikan kue tart apel ini juga kepada kalian.”

Akhirnya merekapun makan bersama dengan bahagia.

Bukankah sifat manusia terkadang seperti nona keledai, nona sapi, ayam jago atau pak kucing? Membutuhkan orang lain disaat mereka dalam keadaan susah saja, tetapi di saat teman dalam kesusahan mereka tidak mau peduli. Apakah Anda masih seperti itu?

Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Pil 2: 2-4)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s