Kapal RFC dihempas ombak (lanjutan)

Oleh Arihadi Joseph (82)

Gelap gulita malam …. Saya baru sadar, kedua kaki saya terasa pedih. Meskipun air laut hanya setinggi dada orang dewasa, dasar laut yang runcing-runcing seperti tebaran beling telah melukai  sisi dalam telapak kaki kiri saya. Kami semua ternyata berada di atas sebuah pulau karang. Dan kapal tersangkut menancap di salah satu ujung runcing tonjolan karang.

Sisi depan kanan kapal remuk. Kapal sudah miring tiga puluh derajat, dan masih dihantam gempuran ombak. Air sudah menggenangi seluruh badan kapal. Sudah pasti perut kapal robek dan air laut masuk ruang kemudi dan bawah cabin penumpang.

Kapten dan anak buah kapal, menarik tali temali dari badan kapal dan mengikatkannya di karang dan batang pohon terdekat. Hal ini untuk mencegah kapal hanyut lebih jauh terbawa gelombang. Pasang atau surut air laut sama-sama menyulitkan penyelamatan kapal.

Luar biasa. Tanpa mengenal lelah kedua manusia kapal ini dengan cekatan segera naik dan turun kapal mengambil satu persatu seluruh barang bawaan kami ke daratan karang. Saya memasang dan menyalakan head lighter, untuk melihat sekeliling. Pulau kecil ini rapat ditumbuhi semak belukar. Hanya bagian pinggir pulau saja yang bebas dari vegetasi, melainkan tumpukan karang dan pasir putih.

Saya melihat Mahmudi Widodo terduduk lesu. Master Fredy sibuk menelepon. Sayapun juga menelepon dengan HP yang basah oleh air laut,  memberitahukan keluarga kalau saya baik-baik saja di laut. Kapten kapal, juga segera memberitahukan kepada pemilik kapal, bahwa kapal kandas, namun semua penumpang selamat. Saya memandangi lagi kapal yang tergolek miring, tidak bisa membayangkan bagaimana cara menarik kapal ke dok untuk perbaikan. Siapa yang akan menanggung kerugian dan bagiamana nasib kapten dan awak kapal setelah kejadian. Saat pikiran berkecamuk, kami harus segera berjalan melingkari pulau dengan membawa barang-barang kami masing-masing di atas karang-karang yang licin.

Hampir dua jam kami tak dapat melakukan apapun selain menunggu. dalam kegelapan. Bibir saya terasa asin, mata, pipi dan tangan saya pedih oleh asin air laut. Saya membuka botol besar aqua dan mengguyurkannya pada wajah, tangan dan celana panjang saya yang basah kuyup oleh air laut.

Pulau kecil ini hanya kurang dari dua ratus meter dari pantai Merak. Saya tidak dapat membayangkan kalau harus berenang ke tepian, walaupun saya seorang perenang yang baik. Jam 22.14 WIB, dari arah pantai kami melihat high beam sebuah mobil berkedip-kedip. Kami membalasnya dengan head lighter kami masing-masing seperti menyampaikan pesan Morse.

Di ujung sana, adik ipar Master Fredy sudah mencapai pantai dan sedang menunggu bala bantuan untuk menjemput kami. Sebuah speed boat berusaha merapat kearah pulau di mana kami terdampar. Ombak masih saja berdeburan menghantam di belakang kami.

Saya memanjat sisi depan dekat kemudi dan menjatuhkan diri di kursi. Satu persatu saya menarik tangan Tomy dan Joni membantu mereka naik ke kapal. Boat terus oleng oleh ombak, saya sempat melihat Mahmudi Widodo terjatuh sebelum akhirnya berhasil naik.

*********

Mimpi apa saya semalam?Tak habis pikir. Tiga orang anggota RFC, bukan saja tidak jadi memancing dan membanggakan hasil tangkapan ikan tetapi baru saja lepas dari gempuran gelombang maut. Dan atas pengalaman diguncang ombak yang mengocok perut, dengan semua permainan maut itu, kami semua bertujuh harus membayar masing-masing Rp 325.000,- kepada kapten kapal.

Sebuah pengalaman yang aneh. Dan di sepanjang perjalanan tol Merak yang gelap gulita, saya menyetir mobil Vios, sementara pemiliknya,  Mahmudi Widodo terlelap di sebelah kiri saya.

Saya berpikir, kami ini baru mengalami sebagian kecil keseharian hidup nelayan, yang seperti berjudi mempertaruhkan modal, uang dan nyawa untuk hidup diri dan anggota keluarganya. Hidup kita memang sebuah petualangan panjang mencapai titik akhir

…… Jatiwangi – Cirebon, 3 Januari 2011, Y. Arihadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s