Kompleks Van Lith (1)

Pengantar
Banyak warga Asrama Realino yang mendapat didikan dari van Lith. Maka tidak berlebihan bila kliping artikel tentang van Lith ini dimuat dalam blog Forsino.

.

Tempat Pendidikan Guru Bantu Pribumi

Kompleks Kolose Xaverius Muntilan atau sekarang dikenal dengan nama kompleks Van Lith merupakan salah satu pusat pendidikan tertua Belanda di Indonesia. Berikut laporannya:

MESKI mengambil nama Romo Fransiscus Van Lith sebagai nama bangunan, kompleks sebenarnya dirintis oleh dua pastor Belanda, F Voogel SJ dan Hebrans. Keduanya lebih dulu mendirikan Gereja Santo Antonius dan Pastoran Muntilan tahun 1889 di Kota Muntilan.

Namun Voogel SJ dan Hebrans dianggap gagal menjalankan misi sehingga dikirimlah Romo Van Lith dan YY Hoevenaars untuk memperbaikinya. Setelah berkeliling Jawa, Romo Van Lith memutuskan Muntilan sebagai tempat paling ideal untuk mendirikan sekolah. Dia mendirikan bangunan sekolah di sekitar Gereja Santo Antonius.

Bangunan itu yang sekarang dikenal dengan nama kompleks Van Lith atau Burderan. Kompleks terdiri atas lima bangunan, yaitu Gereja Santo Antonius, Pastoran Muntilan, Museum Misi Muntilan, SMP Kanisius dan SMU Van LIth.

Berbeda dari teknik penyebaran misi Voogel SJ dan Hebrans, Romo Van Lith lebih dulu mempelajari adat istiadat, budaya, bahasa, kesenian, dan kepercayaan warga pribumi. Setelah itu, dia baru membuka sekolah bagi anak-anak pribumi. Sekolah yang dipilih merupakan sekolah pendidikan guru bantu sehingga mendapat sambutan hangat masyarakat.

Tahun 1906, sekolah guru bantu dipecah menjadi dua, yakni Kweekschool A dan Kweekschool B. selanjutnya dikembangkan lagi sekolah Hollandsch Inlandsch Kweekschool (1912), Nomaalschool (1912), Hollandsch Inlandsch Inlandsch School dya sekolah (1917), Holland Chineesche School (1917), Schakelschool (1924), beberapa Vookschool atau sekolah desa dan Vervolgschool serta sekolah calon imam.

Datangkan Bruder

Untuk menangani pendidikan, Van Lith membentuk Xaverius College 1912. Tahun 1922 dia dibantu para burder FIC yang didatangkan khusus dari Belanda. Van Lith juga mendirikan susteran yang sekarang berkembang menjadi RSUD Kabupaten Magelang.

Bangunan peninggalan Van Lith sampai sekarang masih terjaga dengan baik. Bahkan sejak 2008 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah berdasarkan UU no 5 tahun 1992.

“Karena itu, bangunan harus selalu dijaga karena merupakan kekayaan sejarah yang luar biasa dan berpengaruh besar terhadap sejarah pendidikan di Indonesia,” kata Daruno Agustian, mantan pengurus Dewan Paroki.

BP3 Jawa Tengah juga mengakui Gereja Santo Antonius memiliki ciri arsitektur bangunan indis dengan pengaruh langgam art deco. Hal itu salah satunya terlihat pada atap bagian depan bangunan yang menghadap Jalan Kartini.

Atap bangunan dibuat miring dengan bentuk ruang heksagonal terpancung. Selain itu, masing-masing sisi temboknya terdapat jendela persegi panjang tegak yang ditutup kaca bertekstur dengan warna hijau tua.
“Kami masih punya dokumentasi lengkap sejak pendirian pertama kali. Bahkan kami juga punya repro foto bangunan yang diambil dari udara tahun 1931,” ungkapnya. (MH Habib Shaleh-72)

Dikutip dari Suara Merdeka, 3 Mei 2010

Iklan

3 Replies to “Kompleks Van Lith (1)”

  1. mohon kami diberi informasi sehub dengan putra sy ingin masuk SMA Vanlith dari SMP St Thomas -1 Medan.
    kami rencana tg 22 April berkunjung kesekolah dan asrama putra, apkh diperkenankan??

  2. kami berharap untuk mendapat info banyak ttg sarat2 untuk mendaftar di SMA vanlith jg untuk diperkenankan tinggal diasrama mengingat kami orgtuanya tinggal di Medan, Tuhan berkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s