Back to Doha with deg-degan

click to enlarge
click to enlarge

by Iskandar “Cacing” Wanagiri, 81

Halo bapak2 dan rekan2 realino yang ikut reuni, kita ketemu lagi di dunia awang2 ini. Saya sudah kembali di Doha – Qatar lagi sejak hari Selasa pagi tgl.11 Aug. Rupanya reuni yang begitu berkesan ditambah penerbangan direct 11 jam, membuat badan terasa 4L – Lesu Letih Lemah dan Linglung. Hari rabu dan kamis langsung masuk kantor dengan 4L nya, lalu hari Jumat kemarin bisa relaksasi sehari penuh, naahhh…. sekarang hari ini sudah mulai siap pakai.

Detik2 yang cukup mengkhawatirkan karena harus menunggu perpanjangan pasport saya sampai detik2 terakhir. Setelah hari Jumat sebelumnya, tgl 7 Aug mengetahui bahwa server di kantor imigrasi pusat di Kuningan Jakarta mengalami down, dan berakibat tidak bisa mencetak semua pasport, saya begitu stress karena hari senin nya tgl. 10 Aug malam, tiket saya harus berangkat pergi ke DOha lagi. Hari Jumat stress mencari alternatif action karena tiket penerbangan Qatar Airways saya hanya bisa di reschedule tgl 18 atau 31 Aug karena all fully booked. Stress sibuk mencari alternatif penerbangan lain karena semuanya harus transit dengan tenggang waktu yang cukup lama. Tetapi rupanya reuni Realino bisa membuat stress ini hilang.

with fam and father bolsius (foto: Ferry WA)Berangkat sabtu pagi ke Aldiron plaza masih terasa stress. Tetapi begitu bertemu rombongan alumni yang sudah menunggu disana, stress mulai berkurang. Berjumpa rekan Sein Maspaitella dengan tampilan yang sangat dendy, Sirman Purba yang tetap tampil tegang tapi kocak seperti dulu, kemudian berkenalan dengan alumni2 senior, betul2 stress terus berkurang. Dan hilang mencapai puncaknya ketika tiba dipenginapan dan bertemu romo serta lebih banyak lagi rekan2 lama maupun senior, kemudian melihat ulah duo MC – Edo Kebo dengan suara yang menggelegar dan Handoyo Mayat dengan gaya ala ketoprak. Acara reuni yang luar biasa sampai2 anak2 saya juga bisa ikut betah menikmatinya sambil tertawa. Realino dengan rm. Bolsius yang sering saya ceritakan ke anak2, sekarang anak2 saya bisa berkumpul bersama mereka. Dari berbagai generasi, semuanya happy.

Sein membuka dengan lagu “I can’t stop loving you” betul2 menjadi pembuka yang luar biasa. Lagu yang penuh kesan ditambah suara yang luar biasa. Suasana reuni terasa kental dengan suasana sewaktu masih di asrama. Kita nyanyi bersama dan saling berekspresi menjadikan serasa muda kembali. Tapi sayang, rupanya meja karambol nya lupa. Kemarin banyak hadir jago2 karambol di masa itu. Tetapi itu tidak menjadi masalah karena kita juga sibuk ngobrol satu sama lain bertukar kangen.

tangkuban parahu (foto: g_sumariyono)Saya juga senang sekali bisa bertemu dengan bapak buah saya yang pertama, mas Sigit Pratomo, yang sejak saya keluar Realino belum pernah berjumpa lagi. Tapi sayang nyong Lodewijk Blacky, tidak datang – gak tau dia sembunyi dimana. Mungkin sibuk metik dikebun strawbery sehingga lupa balik.

Namun secara umum, acara ini sungguh2 berkesan dan santai. Tempat – acara – makan – semuanya perfect. Sukses dan salut buat team panitia dengan komandan pak Uung. Untuk angkatan saya 81, Realino tidak bisa dipisahkan dengan romo Bolsius. Tanpa salah satu, kenangan itu terasa kurang lengkap. Dan akhirnya saya merasa sangat puas balik lagi ke Doha karena sudah kesampaian. Tujuan utama saya pulang kampung tahun ini, yaitu menghadiri reuni ini yang ternyata reuni nya betul2 luar biasa. Foto2 hasil jepretan dari kamera saya akan saya kirim kemudian karena kameranya masih tertinggal di Jakarta bersama istri dan anak2 saya. Mereka akan kembali ke Doha tg. 30 Aug. Stress hilang karena acara reuni – bersyukur passport bisa saya dapatkan hari Senin 10 Aug sore pkl.14, dan malamnya pkl. 22.30 saya terbang dengan segala kenangan indah.

Salam buat semua rekan Realino dan terima kasih buat Team Panitia,

Iskandar Wanagiri

Iklan

9 Replies to “Back to Doha with deg-degan”

  1. Mas Iskandar,

    Met kembali ke tempat tugas nun jauh di Doha. Syukurlah semua ok, reuni ok, paspor ok. Sein dgn I can’t stop loving you nya Ray Charles sedang penduduk Doha dgn : air mengalir sampai jauh…..akhirnya tiba di Doha.

    Anda terbang 11 jam baru tiba di Doha. Rasanya saya masih akan lbh stress lagi. Untuk sampai ke fishing ground saya lebih lama lagi waktunya, bukan jaraknya. Sub-Tual dgn pesawat jam 8AM tiva jam 17:00PM WIT. Tual- Dobo 18 jam dengan ferry.Dobo- Benjina, fishing ground 3 jam dgn speed boat. Nah stress mana?

    Pesawat Jkt-Doha full service. Kw fishing ground full angin laut. Hahaha. Tapi itulah pekerjaan. Jika dikerjakan dgn hati riang tdk berat. Buktinya sdh 26 thn an aku menggeluti pekerjaan sejenis ini masih betah saja. Cocok dgn lagu: nenek moyangku orang pelaut….

    Doha full hiburan ya mas, pulau kecil base ku penduduk kurang dari 750 kepala. Full pohon kelapa. Kapan2 reuni disana yok. Hahaha.Kita masih sempat bercakap2 sebelum berkemas pulang dari Lembang. Mgk anda lupa.

    Salam SeV,
    Ben FTP75

  2. bung Iskandar,

    Saya masih ingat cerita anda di bis, dalam perjalanan dari Aldiron Plaza ke kawah Tangkuban Perahu, tentang kesan-kesan pertama-tama masuk Realino, lebih2 kekawatiran teman2 anda agar anda jangan masuk Realino, masih saya ingat baik2. Gending jawa yang diperdengarkan oleh tukang becak didepan villa utara, memberikan kesan tersendiri. dan anda sempatkan membeli gending Jawa waktu singgah di Yogya, padahal dapat dengan mudah didengarkan di youtube.com dengan mengetik gending-gending jawa.

    Foto anda sekeluarga ketika di Kawah Tangkuban Perahu pun masih saya simpan. bung Iskandar, selamat berkarya walau di LN, tetapi saya percaya suatu ketika anda akan kembali ke Indonesia. Selama dua hari berkumpul, anda telah mendemonstrasikan ke kita semua bahwa anda mempunyai keluarga yang harmonis.

    Salam
    Gufron.

  3. Hi Isk,

    i’m glad you all have arrived back in Qatar save n sound; i still remember how you sounded very worried n frustrated with your pasport case;

    ini foto2 anda sekeluarga dan foto waktu dirumah sy;sy sempat ngobrol dg anakmu yg kurusan sambil liat anda nyanyi; foto2 yang lain menyusul; blm smpt proses dr camera…; salam buat sekeluarga; i agree with mas Gufron that you have a very good fam; fr the chats i had w ur son, i know he is smart and has good self confidence.

    g luck,
    regards,

    ferry

  4. Mas Benyamin, kalau anda cerita ikan, saya jadi ingat lagi. Memang pertemuan kita singkat apalagi banyak rekan2 senior yang saya temui termasuk anda. Tapi untunglah memory nya pake core 2 duo, bukan tigo. Jadinya masih ok lah. Sub Tual, waduh, dimana itu????? Dobo – Benjina, nah tambah error saya. Sepertinya harus cari di google earth dulu. Dulu ilmu bumi saya belum dapet. Saya yakin itu tempat yang menarik. Kapan ada kesempatan boleh saya diajak ke sana.

    Bendera Realino ada saya bawa ke Doha, dan kapan anda kemari, boleh kita kibar kan itu bendera di tanah Arab ini. Jangan lupa kabarin saya kalau ada perjalanan ke sini.

    Salam,
    Iskandar Wanagiri

  5. Pak Gufron, banyak terima kasih dengan foto dan address gending jawa nya. Iya, waktu ke Yogja kemarin saya sempet beli CD gending jawa diantaranya Ludruk Balabak, ludruk Harjuna Mangsah, Ldr. Agun-agun, dsb. Gending2 ini enak didengar kalau lagi sunyi, di stel pelan2. Kadang sambil nyetir di highway mau ke kantor, saya stel juga di mobil. Pikiran jadi tenang dan inget waktu di villa utara waktu masih awal2 di asrama. Saya akan coba cari di youtube untuk nambah koleksi.

    Salam,
    Iskandar Wanagiri

  6. Pak Ferry, terima kasih ucapannya. Dan terima kasih juga dengan foto2 nya.
    Kenangan indah ngobrol bersama romo di rumah pak Ferry. Sayang sewaktu kita reuni itu, kita tidak punya satu orang khusus untuk ambil foto2 atau video. Kalau waktu itu ada, hasil jepretan nya bisa di masukkan koleksi ke CD untuk dibagikan kepeserta reuni atau alumni lain yang gak sempat ikut. Nah dari sini, kenangan itu menjadi lengkap.

    Salam,
    Iskandar Wanagiri

  7. Cing,

    Dari mana pula kau bisa nyanyi Bengawan Solo itu. Kayaknya sudah jadi tua banget mendengar lagu itu kau nyanyikan, sampai sampai Mas Ardy bisik bisik ke saya..tuh tuh..si Cacing perlu dipijatin..lagi nyanyi. But anyway, ternyata selama di Doha anda telah mempersiapkan lagu ini dan telah meningkatkan kwalitas suara anda terutama masalah pitch control nya. Apa itu yah tanya aja sama Handoyo Mayat.

    He he selamat berjuang lagi kawan di negeri seberang.. Semangat Sapientia et Virtus pasti selalu menggelora di dada..Merdeka..

  8. He..he..he..Is, selamat bertugas kembali sobat, sayang aku tak bisa hadir di Lembang, bukan karena sembunyi di kebun strawbery,tapi lagi mencari tulang.. he..he..he

    Jika ada umur panjang kita akan berjumpa lagi sobat..sayangnya lagi tidak ada
    pentas ‘Romeo & Juliet ” bisa lebih seru lagi….!!! padahal sutradaranya
    jadi MC.

    Salam buat Is sekeluarga yang berbahagia, Tuhan memberkati !

    Nyong_81

  9. Pak Gufron,

    Qatar adalah memang negara yang baru muncul di permukaan. Dengan ditemukannya cadangan gas yang luar biasa, negara ini baru tiba2 muncul dikancah dunia. Tadinya mungkin tidak ada yang pernah tahu dimana letak negara ini secara persis, termasuk saya sebelumnya. Oleh karena itu semua dalam tahap baru dibangun. Seperti yang pernah saya ceritakan sewaktu di reuni, untuk rekreasi mungkin masih sangat terbatas. Tetapi untuk kehidupan disebuah kota, Doha sebagai ibukota sudah sangat baik. Jalan2 dalam kota semua bersih dan baru, semua hampir sudah tertata rapi. Shopping mall juga sudah bagus.

    Oleh karena ini diwilayah arab oleh karena itu, untuk berkunjung ke Doha sebaiknya jangan diwaktu summer, atau antara April – Oktober. Karena bulan2 tersebut cuaca panas, terutama antara Mei – Agustus. Periode itu cuaca bisa sampai 50C. Nah, kalau pak Gufron pernah kemari di bulan Agustus, itu berarti sedang masa panas dan lembab. Tidak nyaman. Saya sempat ketawa sendiri membaca cerita dibawah, untuk yang kedua kalinya lebih milih nunggu di airport aja karena panas dan gak ada yang menarik. Sebentar saja kita keluar pintu rumah, badan sudah berkeringat. Tetapi kalau di bulan Juni – pertengahan Juli, meskipun panas dan satu jam kita berdiri diluar, badan tidak akan berkeringat. Hal ini karena masa itu cuaca sangat kering. Jadi ibarat keringat baru mau keluar, ehhh …. sudah menguap. Jadi kalau kelamaan berjemur, jangan heran tahu2 badan ini sudah mengecil aja dan jadi ciut sedikit ……haa…ha… inget ikan asin.

    Jadi untuk segala hal, sementara ini jangan dulu kita bandingkan dengan di Jakarta. Doha akan kalah jauh. Termasuk rumah mewah, model arsitektur disini kalau menurut kita, design nya tidak terlalu mewah. Tetapi untuk kebersihan kota, keamanan, ketertiban, Doha diatas Jakarta.

    Sebaik nya kalau berkunjung kemari, kira2 antara akhir November sampai awal Maret. Periode ini cuaca enak. Jadi prinsipnya, kalau di Eropah sedang salju, Doha akan kebagian dinginnya. Desember – January adalah sangat dingin disini, bisa sekitar 8C. Kalau dimusim sejuk, jalan2 di pantai disini akan terasa luar biasanya. Kita biasanya sambil barbeque panggang sate, pisang, dan jagung.

    Kandang onta memang bau, tapi tidak untuk ontanya Forsino, baunya wangiiii…… anyep ….ha….ha…..

    Jadi kalau umroh lagi, mudah2an cuacanya sejuk. Jadi jauh2 ke Doha akan lebih berkesan. Saya tunggu rencana perjalanannya kemari.

    Salam,
    Iskandar Wanagiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s