Tombo Kangen

ekoraharjoMelihat-lihat foto album dan daftar anggota Forsino menggugah kembali banyak kenangan masa lalu. Aku lihat mas Pink-76 (Teknik UPN) terdaftar sebagai anggota dalam mailing list FN. Ybs adalah sobat dari bapak buahku yang paling awal yakni mas Priono -76 (teknik elektro UGM) dan kakak buahku yang kedua yakni Sugiantoro-76 (Hukum, UGM). Bapak buahku ini orangnya baik tapi kesanku dia agak pendiem dan banyak perginya, yang pada waktu aku masuk Januari 1978 ybs kepalanya diperban, kata orang kena popor senapan karena ikut demo menentang rezim orba. Kakak buahku adalah RB Hartanto-77 (Sipil, UGM) yang kelakuannya mirip pelatuk karena rajin nutuki kalkulator siang dan malam. Sementara aku sebagai cah anyar sering tidur duluan di atas ranjang susun dengan pakai helm karena takut jatuh dan gegar otak (seumur-umur tidak pernah tidur setinggi itu).

Aku jadi ingat dua bapak buahku yang lain tapi kesemuanya tidak ada yang bapak tiri :), yakni Fadjar Marsono-76 (Geologi, UGM) yang profesional minded dan juga punya talent meniup seruling klasik maupun modern, kecuali ndangdut, sebab yang terakhir ini adalah spesialisasiku dimana kakak buahku Sugiantoro yang mengiringi dengan kendang ember plastik dengan lagu favorit “burung dalam sangkar”. Bapak buah yang terakhir adalah Bunadi-76 (FIPA, UGM), ya bapak buah! bukan ibu buah!:). Ybs punya penalaran yang tajam, dan punya baju yang buaanyak sekali jauh lebih banyak kalau dibandingkan dengan warga lain misalnya bajunya Bambang Kojek-76 FIPA (sorry mas Kojek ini compliment bukan ngenyek :)).

Memang nama bapak buahku yang seperti the goddes of feministin tsb kadang bikin bingung terutama cah yang paling anyar (waktu itu dari 78 ke 79 ada perpanjangan satu semester dan disela itu ada beberapa cah anyar yang masuk). Suatu kali ada tilpun untuk Bunadi tapi cah anyar yang menerima yakni Henricus Sanyotohadi-78 tidak pergi ke atas malah lari menuju ke villa Tengah alias dapur untuk memanggil bu Hadi (tukang masak). Dapat dibayangkan Bu Hadi lari tergopoh-gopoh dikira ada interlokal dari sanak saudaranya dari jauh karena mengalami musibah atau semacamnya:).

Waktu itu aku sudah naik pangkat jadi kakak buah dan anak buahku, guess who? Paimo alias Mardiasmo-76 (Ekonomi,UGM) yang fotonya terpampang guanteng sekali di album Forsino dengan menyandang gelar profesor. Selamat Mo! All my hard work to teach you the discipline seems to pay off hehehe…

Ada juga di album Forsino foto the tough guy mas Felix Sutandy (76)yang berasal dari Kingstone. Siapa orangnya yang tidak ingat kiprah mas Felix, kontestan dalam lomba body building. Ybs hanya terkalahkan tipis oleh Budiman (77) dan Simon Ginting (76). Itu saja mereka harus melumuri tubuhnya dengan minyak jelantah untuk aksentuet tonjolan tubuhnya, kecuali yang bagian tengah dimana mereka terpaksa memasukkan plenthong (bola lampu) kedalam celana dalam mereka (btw celana dalam mereka tidak punya brandname alias generic alias cawat Open Source :))

Begitu banyak individu-individu yang punya karakter dan kenangan unik dan lucu yang dapat dijumpai di asrama Realino. Philip Yusup-77 (Hukum UGM) sedemikian tertib, disiplin dan efisien sampai-sampai memasang kaca spion di meja belajarnya sehingga bisa tahu persis orang yang masuk kamarnya tanpa harus menoleh sedikitpun, dan tidak lupa suatu kata-kata luhur tertera di depannya, “oh Tuhan ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…..”

Sutopo-77 (Geodesi, UGM) memiliki celana olah raga wasiat dimana tidak pernah dicuci sehingga bila dia pakai celana tsb, meskipun dia sudah lama lewat, lintasannya masih menyebarkan aroma bau celana tsb:). Masih ada lagi yang namanya Agus -77 (pertenakan, UGM) dengan julukan Botulismus (atau tepatnya mungkin Gembus), dst, dst…

Banyak warga Realino lain yang aku merasa punya kontak dekat yang belum muncul dalam forum ini seperti Waluya Gombal (Paulus Wijaya-76), Satra Inggris, UGM, yang tergabung dalam grup dagelanku GG (Gombaleo Grup), Yoyong-78 (sipil, UGM), henricus-78 (Hukum, UAJ), Dardjami alias Darmadji-78 (Kehutanan, UGM), Kumoro-76 (FIPA), dll. Last but not least aku gembira melihat Leo Sugoto-80 (Ekonomi UAJ) generasi yang tergolong muda ikut aktif memotori kepengurusan Forsino.

Asrama Realino boleh lenyap dimakan jaman tapi kenangan itu masih hidup dibenak dan hati kita masing-masing. Kita bisa menyusunnya kembali untuk menjadi kesatuan yang bhineka yang lebih sesuai dan lebih menjawab tantangan jaman.

Salam S e V
Eko-78

(dikutip dari email mas ER 25 Agustus 2007)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s