Ahmad Wahib

Artikel dari milis, posted by Yustinus Bayuntoro (87)

“Aku bukan nasionalis, bukan Katolik, bukan sosialis. Aku bukan Budha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim. Aku ingin bahwa orang memandang dan menilaiku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk dan dari aliran mana saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia.”

(Catatan harian Alm. Ahmad Wahib, 9 Oktober 1969)

Saya ingat tulisan ini terpasang dalam sebuah pigura kecil dalam ruang kerja Pater Harry Stolk S.J., lengkap dengan tanda tangan almarhum. Meskipun waktu itu, saya masuk Realino tahun ’87, pimpinan asrama adalah Pater Wiryono (Dr. Ir. P. Wiryono P S.J.) tetapi sebagai cah anyar kami wajib mengenal semua penghuni asrama. Termasuk Pater Stolk yang pernah memimpin di dasawarsa sebelumnya dan kemudian juga memimpin saat asrama menghadapi penutupan 1992.

Pater Harry Stolk, sebagai yang mengaku penganut pluralis, menorehkan kutipan itu dalam buku kenalan saya, seraya menambahkan pesannya: “‘Bayu bukanlah “Bayu”, Bayu harus “membayu” menuju “Bayu” yang sejati, “Bayu” dalam sakratul maut…!”. inilah yang membuat saya penasaran pada catatan harian almarhum yang diterbitkan oleh LP3ES dengan judul “Pergolakan Pemikiran Islam”, tahun 1981.

Buku ini pernah mengundang kontroversi di tahun 1980-an. Sebagai seorang yang banyak bermain di balik layar dalam tokoh-tokoh pembaruan nasional dan yang muncul hanya dalam forum terbatas, HMI dan Lingkaran diskusi Limited Group, bersama Alm. Mukti Ali. Nama Wahib sering terlupakan. Dalam karya Professor Borland dari negeri belanda dengan buku karya tebalnya mengenai pembaruan muslim nama Wahib terlupakan sama sekali. Professor kemudian bermaksud memperbaiki karya tentang Islam yang telah ditulisnya itu.

Senin, 16 Februari 2009, Dalam Dies Natalis HMI yang ke 62, di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Nama Wahib disebutkan sebagai salah satu dari sembilan tokoh nasional yang mendapat HMI Award. Kesembilan tokoh tersebut adalah : Akbar Tanjung (negarawan), Agus Salim (sejarahwan), Jimly Assidiqie (penegak konstitusi), dr. Sulastomo (tokoh pers), Abdullah Hehamahua (penegak anti korupsi), Yusup SK (pendidikan), Alm. Munir (HAM), Azyumardi Azra (cendikiawan) dan Alm Ahmad Wahib (pemikir fenomenal). Sebagai ilustrasi, gambaran mengenai Buku Harian Alm. Ahmad Wahib, pemikir fenomenal yang alumni Realino ini. Maka saya lampirkan sebuah resensi buku harian beliau. Semoga bermanfaat.

Sapientia et Virtus

.

Keterangan:
Ahmad Wahib adalah mantan penghuni Asrama Realino angkatan 1962

Iklan

One Reply to “Ahmad Wahib”

  1. Terima kasih atas ulasan ini, mengingatkan saya semasa sma ketika membaca buku ini.seorang teman meminjamkan, membuat saya membacanya.Waktu itu saya memahami setiap orang yang mencari kebenaran layaklah disebut muslim.mungkin demikian juga wahib berpikir. Setelah tahun berlalu , dan saya mengikuti beberapa kajian Islam, muslim tersebut adalah sebuah kata ganti untuk orang yang telah membenarkan Allah sebagai Tuhannya dan dengan segala konsekwensinya dia harus berserah diri pada Allah sebagai Tuhannya.
    Dalam hubungan sosial manusia pasti akan membentuk komunitas, baik dari kesamaan agama , budaya atau lainnya. Dan membentuk negara yang akan mengelola semua kepentingan dari komunitas tsb .

    Pikiran Wahib memang bagus mengkritisi banyak hal dalam beragama kita, dengan berpikir kritis maka sebuah aktivitas akan bermakna. Tapi saya tidak sependapat jika kebenaran itu jamak, kita harus yakin akan satu kebenaran , kalau pun kita menghargai pendapat / prinsip orang lain bukan berarti kebenaran banyak kan ? Memang kebenaran relative adalah milik manusia, karena keterbatasan kita, termasuk memahami agama.
    Agama banyak memberi tuntunan dan informasi yang membuat manusia berpikir .Hal itu diakui semua orang.Kecuali kalau orang yang subyektif ya.

    Maaf kalau terlalu banyak komentarnya dan tidak fokus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s