Akira Nakatsuji

akira-2Oleh Gufron Sumariyono (63)

Teman-teman, sahabat saya orang Jepang yang ini bernama Akira Nakatsuji. Dia mulai bersahabat dengan saya ketika tinggal di Realino.Tahun 1968, waktu itu Akira berumur 21 tahun, mendapat beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia di UGM. Dia tinggal di asrama Realino Yogya dari 1968 sampai 1970. Sebelumnya dia tinggal di rumah bangsawan Yogya (GPH ) yang setiap hari berbicara bahasa Jawa.

Dia bingung. Kesulitan hari pertama tinggal di Realino, dia tidak bisa tidur karena di tempat tidur dan kasurnya penuh dengan “kutu busuk”. Oleh bapak buahnya lalu diajarin agar kasurnya dijemur di luar dan kutu busuknya diuber dan diburu lalu dipithes-pithes sampai mati. Tempat tidur yang terbuat dari besi, “kutu busuk”nya dibakar dengan lilin dan hal itu dikerjakan berdua dengan kakak buah, sambil tertawa-tawa cengengesan. Selama dua hari menjemur kasur itu dia senang setengah mati, geli dan lucu bagi dia.

akira-31Dalam waktu singkat di asrama, Akira sudah lancar berbahasa Indonesia, orangnya easy going. Makanan apa pun yang dihidangkan di meja dilahap sama Akira, mulai tempe, tahu, gudeg. Orangnya jago olahraga beladiri yudo, dan kadang-kadang berlatih dengan satu orang Realino yang juga senang yudo.

Sekarang Akira (umur 65 tahun) tinggal di Tokyo dan bisnisnya adalah jualan sparepart serta mesin-mesin untuk pabrik petrokimia dan refinery. Teritorynya meliputi Afrika, Amerika Selatan, Asia dan Timur Tengah. Kemarin pagi saya makan pagi bersama Akira di Hotel Hilton/Sultan. Saya mendapat hadiah sebuah boneka jepang, berpakaian kimono dan berdandan geisha.

Saya membawa batik bercorak parang barong yang parangnya panjang (20 cm) gede. Dia seneng saya pun seneng. Akira sedang ada urusan bisnis jualan ‘furnace’ ke refinery Pertamina di Plaju. Umur furnace yang akan diganti sudah 30 tahun, sudah rusak dan tidak berfungsi dengan baik (Apa itu furnace, harap di klik disini).

akira-1968Pertemuan sebelumnya di Kobe, 17 Agustus 2006. Waktu tu dia saya undang mnghadiri perayaan 17 agustus 2006 di kompleks KBRI di Kobe, Waktu itu dia kurus sekali, karena baru sembuh dari sakit. Kemarin tampak Akira sudah normal kembali, sudah gemuk.

Persahabatan saya dengan Akira sungguh sangat akrab. Saya yakin mas RDD pasti masih ingat Akira. di foto tahun 1968, nampak almarhum mas Tjuk dan almarhum S… (T.Geodesi, maaf lupa memori saya error). Yang lain saya dan mas Mardjo brengos.

Iklan

3 Replies to “Akira Nakatsuji”

  1. Mas Bambang FBK dan Mas Mariyono,
    Teman di potret sebelah kanan adalah Ahmad Sujud Takiudin, orang Madura, Fakultas Geologi. Akira dulu di villa selatan. Saya dan mas Wardji Trisno heran tandpasta Akira lebih besar dari botol air minum yang 600 mL. Waktu itu yang tersedia di Indonesia merk prodent atau pepsodent paling besar sebesar pisang raja.

    Di refter, pisang disajikan mungkin seminggu sekali. Kita sering menggoda Akira, seolah-olah pisang bagiannya akan kita ambil. Dia cepat mengambil kembali pisang tadi dan mengatakan “untuk kusihatang”. Lebih dari empatpuluh tahun yang lalu.

  2. Mas GS,
    Dalam foto, dari kiri ke kanan adalah Sampurno (dokter, sekarang di RS Fatmawati), Tjuk Prawoto almarhum, Sumardjo brengos, anda dan apa yang paling kanan ini bukannya Bob Trisunuwarso?

  3. Tentang kutu busuk. Kayaknya Bung Akira digigiti kutu busuk adalah sebagai ‘karma’.

    Sebab katanya dulu yang pertama ‘membawa’ masuk kutu busuk ke Indonesia adalah tentara Jepang. Kutu busuk semula tidak mewabah, sebelum tentara Jepang masuk. Mungkin memang disengaja, sebagai senjata ‘biologis’ untuk menyerang tentara kita dan tentara Belanda dulu? Lha, kalau tentara kurang tidur malamnya, pagi dan siangnya jadi pada mengantuk toh? Hehehe…….. coba kalau pas ketemu Bung Akira lagi, cerita ini mungkin bisa disampaikan kepadanya ya.

    Konon bekicot itu juga sengaja diterjunkan dari udara oleh tentara Jepang ke hutan-hutan di Indonesia, jauh-jauh hari sebelum mereka mendarat. Tujuannya, bekicot itu menjadi sumber protein bagi tentara mereka yang mesti masuk hutan. Bekicot, memang banyak mengandung protein. Di Perancis dinamai ‘escargot’ – menjadi appetiser nikmat di resto mewah di Paris, katanya sih, jeh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s