Kesan Pertama

Bagian pertama dari rangkaian tulisan Gufron Sumariyono (63)

.

Teman2
Serial Realino ini saya tulis dengan memakai referensi pribadi dan sumber berita eksternal. Tujuan yang inti sebagai ‘memoir pribadi’ untuk keluarga saya, agar anak2, cucu2, menantu, keponakan2 saya dapat mempunyai ‘buku’ yang berisi kisah nyata pengalaman Gufron tinggal di Realino. Semoga berkenan.

Salam
Gufron – 63.

.

Realino adalah nama asrama mahasiswa di Yogyakarta yang didirikan 1952. Universitas Gadjah Mada berdiri tahun 1948, terpaut 4 tahun. Pada waktu itu banyak generasi muda dari seluruh Indonesia berdatangan untuk menuntut ilmu di Yogyakarta. Menjadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada adalah impian setiap pemuda dan pemudi, yang datang dari pelbagai daerah, pelbagai suku dan pelbagai agama. Pondokan di Yogya tahun 1960 an sangat jelek, baik kamar dan fasilitas toiletnya. Jumlahnya pun sedikit dan masih sederhana.

Tahun 1961, Realino mempunyai gedung sendiri yang amat mewah, di jalan Gejayan, yang mampu menampung 130 mahasiswa. Kompleks Realino menempati area seluas 20 ha, dengan tiga blok bangunan bertingkat, kuat dan megah, 2 blok untuk asrama dan 1 blok (waktu itu 1963) untuk IKIP Sanata Dharma. Di tengah antara blok Utara dan blok Selatan ada 2 refter (ruang makan besar) mampu menampung 130 anak, ada dapur tempat memasak makanan, ada ruangan belajar, perpustakaan, ada kapel (chapel). wah .. pokoknya lengkap sekali. Untuk olahraganya sangat lengkap, ada 2 lapangan tenis, basket, badminton, dan lapangan sepakbola.

Saya akan menceriterakan pengalaman pribadi selama hidup di asrama Realino, yang dimulai tahun 1963.

Waktu melamar mau masuk asrama, ada formulir yang menanyakan latar belakang calon. Selanjutnya akan saya diinterview oleh pengurus Realino, setelah lulus baru boleh masuk asrama Realino.

Pertama kali masuk asrama saya terperanjat. Saya melihat tempat tidur yang akan saya tempati kasurnya beralaskan tikar pandan alias kloso. Dalam hati saya membatin: ”miskin sekali .. mosok gedung sebegini megah dan bagus.. sepreinya tikar pandan yang butut ?” Bayangan saya tadinya kalaupun tidak wah, paling sedikit nyamanlah untuk tidur dan istirahat. Di tempat tidur besi saya temui banyak kutu busuknya

Terus terang saya kecewa berat. Namun sesudah duduk sebentar di atas tikar pandan (yang butut) saya langsung merenung .. ” aku ini siapa ? ” Suara hati saya menjawab : ”Mar kamu adalah anak Pati yang dikaruniai Tuhan dengan keberuntungan. Masih banyak yang tidak seberuntung kamu, masih banyak orang lain yang lebih parah keadaannya”.

Aku sadar, Tuhan telah membuka mata hatiku melalui …tikar ! Sungguh Maha Bijaksana Dia! Ternyata aku menemukan hal yang sama. Rupanya semua orang diperlakukan yang sama. Siapa pun dia, apakah anak pejabat, anak pengusaha, anak petani, anak bangsawan, anak orang kaya anak orang miskin, pribumi dan non pribumi …semuanya sama. Begitulah pengalamanku pertama di Realino. Selanjutnya semua berlangsung dengan mulus. Seminggu kemudian saya dapat kiriman seprei baru dari ibu.

Disiplin Realino antara lain bangun pagi jam 05:30 dengan suara besi velg mobil yang dipukul dengan pemukul besi juga .. kerasnya bukan main. Makan malam jam 19:30. belajar maksimum sampai jam 23:00 malam, kemudian lampu harus padam.

Sikap disiplin, kejujuran tertanam tanpa disadari. Kebenaran, kebersamaan dan tanggung jawab tidak bisa terlepas dari lingkungan yang amat positp. Kalau makan daging atau potus berupa pisang goreng atau singkong goreng, setiap orang hanya punya jatah satu potong. Tidak boleh ndobel, kalau nekat ndobel, harus rela diteriakin “maling” yang akhirnya akan bertentangan dengan suara hati nuraninya sendiri. Semua itu saya temui di Realino.

Apakah setiap orang mampu dan sanggup menerima “kebersamaan” itu sebagai sikap hidup di Realino? Jelas tidak. Bagi mereka yang ragu-ragu, yang tidak sanggup menerima ‘kebersamaan’  paling kuat bertahan tinggal di Realino hanya beberapa minggu, bahkan mungkin beberapa hari, untuk selanjutnya angkat tas mencari pondokan yang lain (bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s