Lembaga Think Tanks

Oleh: Gufron Sumariyono (63)

Apakah sebenarnya lembaga think tanks tersebut?

think_tankSaya akan menulis untuk membagi pengetahuan saya tentang lembaga think tank, yang sedang ngetrend. Siapa tahu para eks realinowan ada yang tertarik dan bisa menyumbang pemikirannya untuk masyarakat.

Kita mulai dari definisi dahulu ya. Menurut James McGann*), think tanks adalah lembaga riset, analisis, dan engagement tentang kebijakan publik. Lembaga semacam ini menghasilkan riset, analisis, dan saran yang berorientasi pada kebijakan publik tentang berbagai masalah domestik dan internasional. Yang akan memanfaatkan laporan itu adalah para pengambil kebijakan. Masyarakat dapat mempelajari nya dan memiliki kebebasan untuk berpendapat, mau menerima atau tidak usulan dari lembaga think tanks. Maksudnya bisa dilaksanakan atau tidak.

Contohnya kebijakan MUI yang mengeluarkan fatwa bahwa merokok itu haram. Kebijakan Menteri Perdagangan yang mengeluarkan SK tentang pelabuhan import untuk Indonesia . Kebijakan Menteri pendidikan yang mengeluarkan UU tentang Pendidikan (XX). Gubernur DKI Sutiyoso (yang lama) yang mengeluarkan keputusan membuat Jalur Busway.

Itulah pekerjaan lembaga think tanks. Lembaga ini dapat merupakan institusi yang independen atau berafiliasi kepada pemerintah dengan struktur kelembagaan permanen. Lembaga ini bukan merupakan komisi ad hoc. Lembaga ini juga sering menjadi jembatan antara akademisi dan pengambil keputusan. Lembaga ini melayani kepentingan publik sebagai suara independen yang menerjemahkan hasil riset ke dalam bahasa yang bisa dipahami dan terpercaya.

Indonesia paska kolonialisme adalah Indonesia yang penuh warna dan corak. Penuh dengan pertemuan berbagai kepentingan dan pengaruh. Sejak Soekarno, lalu Soeharto, kemudian Habibie, Gus Dur, Megawati, hingga saat ini Soesilo Bambang Yudoyono.

Arah perjalanan bangsa ini pada kenyataannya tidak hanya ditentukan oleh para pemimpinnya. Tidak hanya dipengaruhi oleh siapa presiden dan para menteri di kabinetnya. Dari mana mereka bisa membuat berbagai macam keputusan? Pasti ada anggota lain atau kelompok yang dekat dengan pemimpin-pemimpin itu, anggauta kelompok ini dikenal dengan nama Lembaga Think Tanks.

Biasanya, lembaga-lembaga partisan ini bekerja dengan tiga fungsi utama.

  • mereka memberi nasihat kebijakan kepada para pimpinan pemerintahan dan partai politik yang menjadi afiliasinya.
  • mereka melatih dan mendidik anggota-anggota partai dan kandidat-kandidat untuk jabatan legislatif maupun eksekutif.
  • mereka menyediakan suatu jaringan atau network berisi orang-orang dan pakar yang memiliki pemikiran politik yang sama, dan dengan demikian, dianggap sebagai basis rekrutmen bagi pemimpin-pemimpin politik

Sejalan dengan berkembangnya kompleksitas isu yang dihadapi masyarakat, politisi dan  pemimpin pusat maupun daerah semakin sering menghadapi masalah bagaimana menangani “banjir informasi”. Sebagai jalan keluar, mereka sering mencari bantuan dari asisten intelektual – ada akademisi, ada konsultan dan ada penasihat.  (mas Ferry dari MDI salah satunya) Kadangkala, para asisten ini berasal dari lembaga-lembaga think tank – perusahaan atau institusi yang melakukan riset dan menulis laporan yang menjawab berbagai tantangan zaman ini.

Proliferasi pabrik pemikiran ini, demikian mereka sering disebut, telah menimbulkan perdebatan tentang peran institusi-institusi ini di dalam sistem politik. Meski di satu pihak semua orang setuju bahwa para asisten tersebut diperlukan sebab bahkan politisi yang paling cerdas pun akan kesulitan menangkap dan memahami kompleksitas isu yang dihadapinya, beberapa kritikus berargumentasi bahwa lembaga-lembaga think tank jarang bisa obyektif dan kebanyakan hanya peduli dengan mendorong agendanya sendiri saja. (bersambung)

*) James McGann

Director, Think Tanks and Civil Societies Program
Foreign Policy Research Institute
University of Pennsylvania
Philadelphia, PA 19104-6304 USA

Iklan

One Reply to “Lembaga Think Tanks”

  1. Dear Pak Gufron,
    Saya sangat mendukung ide ini. Sekarang ini masyarakat kita banyak sekali dibodohi oleh iklan. Bangsa kita sangat memerlukan lembaga riset yg netral & obyektif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s