Bisnis Warisan Sang Ahli Bedah

Majalah SWA, Kamis, 09 Oktober 2008
Oleh : Yuyun Manopol & Rias Andriati

Bermula dari sebuah klinik dan apotek kecil di Warakas, Jakarta Utara, Sismadi Group berkembang menjadi kelompok usaha berbasis kesehatan terpadu. Inilah buah dari kepedulian sosial dan kreativitas sang pendirinya dr. Sismadi (almarhum) yang kini terus dikembangkan ahli waris dan keluarganya.

Bagi kebanyakan masyarakat yang tinggal di Jakarta Timur, khususnya di kawasan Kalimalang dan sekitarnya, RS Harum bukanlah nama asing. Maklumlah, gedung rumah sakit untuk kelas menengah yang berlokasi di pinggir Kalimalang ini cukup besar, terdiri dari beberapa lantai dan cukup mencolok mata orang yang melintasinya.

Belakangan, di pakaian seragam karyawan RS Harum juga tersulam dua kata: Sismadi Group. Ya, rumah sakit ini memang bagian dari kelompok usaha yang didirikan oleh Sismadi Partodimulyo (almarhum), dokter ahli bedah yang telah wafat pada 28 Januari 2004. Jumlah unit usaha di bawah Sismadi Group kini sekitar 50 perusahaan.

“Bapak tidak ingin ada orang yang tersia-sia lagi,” ucap Totok, panggilan akrab Priyanto Sismadi, Presdir Sismadi Group, mengungkap latar belakang orang tuanya mendirikan rumah sakit dan usaha terkaitnya itu. Menurut anak kedua dr. Sismadi, Sp.PD, MBA ini, ayahnya yang kelahiran Klaten 19 Agustus 1929, memang sangat memikirkan nasib orang-orang di sekelilingnya. Sebelum usahanya sebesar dan seberagam sekarang, Sismadi membuka praktik dokter pertama kali di kawasan Semper, Jak-Ut. Namun, tak berapa lama kemudian, di akhir1960-an ia pindah ke kawasan Warakas, masih di Jak-Ut. “Pasien pertamanya seorang WTS,” ungkap Totok.

Suatu hari, Totok menceritakan, ada seorang tetangga perempuan yang datang ingin bekerja di Klinik Warakas. Tak kuasa menolak, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini mengangkatnya sebagai tenaga administratur pertama di klinik yang merupakan cikal bakal RS Harum. Eh, setelah itu, satu per satu muncul lagi orang-orang yang ingin menjadi karyawan Sismadi. “Bapak langsung pusing. Sebab, kalau mau diterima, harus ada pekerjaan lain. Tidak mungkin di tempat itu semua,” cerita Totok. Akhirnya Sismadi mendirikan Apotik Warakas di ruang tamu yang luas total bangunannya hanya 150 m2, untuk menampung para pencari kerja itu.

Totok menceritakan, sebenarnya saat membuka apotek tersebut ayahnya – yang akrab dipanggil Dokter Sis – boleh dibilang tak punya dana. Namun ada seorang sahabat baik Sismadi yang terkenal sebagai pengusaha sejumlah apotek meminjaminya uang. Uang pinjaman inilah yang kemudian digunakan putra pedagang bernama Partodimulyo itu untuk mendirikan apotek. Tak dinyana, usaha apotek ini maju.

Keberhasilan Apotik Warakas yang bisa menjadi sumber pendapatan utama membuat Sismadi terpacu untuk mendirikan usaha distribusi produk farmasi ini. Lewat tangan dinginnya, kemudian hadir sejumlah apotek lainnya, yakni: Apotik Sunter, Apotik Yawitra, Apotik Tambora, Apotik Sisehat Sisma Pharma, Apotik Sisehat Ceper, Toko Obat Sisehat, dan Toko Obat Ceper. Setelah usaha apoteknya berkembang, Sismadi membangun beberapa klinik kesehatan, yakni Klinik Sunter, Klinik Semper dan Klinik Sukmul (yang terakhir ini diklaim Priyanto sebagai puskemas swasta pertama di Jakarta).

Pada 1984, Klinik Warakas dikembangkan Sismadi menjadi RS Harum. Asal tahu saja, nama Harum ini diambil dari penggalan nama pasangan mertua Sismadi: Hasyim dan Rumiati. “Saat itu banyak yang komentar, bikin rumah sakit kok di hutan belantara,” kata Totok seraya mengenang lingkungan RS Harum di pinggiran Kalimalang waktu itu. Rumah sakit ini pun berkembang pesat. Karena itu, Sismadi mendirikan sejumlah RS dan rumah bersalin (RB), yakni: RS Sukmul, RS Karanggede, RB Delima Asih, dan RB Sejahtera.

Bisnis Sismadi Group terus berkembang, dengan merambah ke bisnis optik, dengan mendirikan Sukmul Sisma Optical, Sunter Sisma Optical, Harum Sisma Optical, Syahid Sisma Optical, Semper Sisma Optical, Sisma Optical Larangan, Sisma Optical Ketanggungan, Sisma Optical Bulakamba, Sisma Optical Mekar, Optical Sisehat, dan Optical Ceper. Yang menarik, Sismadi mengembangkan berbagai usaha ini tanpa pinjaman dari bank. Menurut Totok, ayahnya memakai uang dari hasil keuntungan usahanya sendiri.

Natsir Widyas, kolega keluarga Sismadi dan mantan wapresdir semasa Sismadi hidup, menuturkan bahwa Sismadi selalu menganggap semua orang punya potensi berkembang. ”Pak Sismadi mendirikan sebuah usaha lebih melihat pada SDM-nya dulu, baru peluang usahanya,” ujarnya. ”Inilah yang membuat perkembangan bisnis-bisnis Sismadi begitu cepat,” Direktur PT Sarana Insan Sejahtera ini menambahkan. Menurutnya, Sismadi memilih orang-orang kepercayaannya atas dasar rasa saling percaya. Tangan kanannya biasanya diambil dari teman lama yang sudah sejak awal bergabung dengan Sismadi Group.

Totok menilai ayahnya juga seorang pekerja keras. Sejak bangun tidur pada jam empat pagi, kakek dari 13 cucu ini membaca buku-buku yang didapatnya dari berbagai sumber. Bahkan, tak jarang pada jam itu Sismadi sudah bekerja di RS Sukmul sampai pukul 06.00 pagi. Kemudian dilanjutkan berkantor di RS Tarakan sampai jam 13.00 siang. Kebiasaan lainnya, ia tak lupa kongko dengan teman-temannya sesama dokter pada jam makan siang. Nah, sore hari sekitar pukul 16.00 Sismadi mulai berpraktik di kliniknya sampai pukul 01.00 dini hari. “Itu berlangsung sampai beliau lanjut usia,” ujar lelaki kelahiran Klaten 20 Mei 1957 ini.

Totok menuturkan, pengembangan unit bisnis di grup usahanya mengikuti tiga tahapan kualitas hidup, yaitu kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. “Orang bisa meningkatkan taraf hidupnya dimulai dari kesehatan, baru kemudian dilanjutkan dengan lainnya,” ujarnya menirukan resep almarhum ayahnya. Itulah sebabnya setelah berhasil mendirikan sejumlah unit usaha di bidang klinik kesehatan, RS, apotek, dan optik, grup usahanya merambah bidang pendidikan dan kesejahteraan. Di bidang pendidikan, Sismadi mendirikan Sekolah Asisten Perawat Sismadi. “Waktu itu sekolah perawat swasta tidak boleh berdiri, padahal kebutuhan perawat banyak,” ungkap Natsir. Toh Sismadi yang tak gampang menyerah mengakalinya dengan membuka sekolah keperawatan sendiri yang mengeluarkan ijazahnya sendiri tanpa campur tangan pemerintah.

Setelah terbukti berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit, Sekolah Asisten Perawat tersebut berubah menjadi Akademi Keperawatan Sismadi (AKSIS). Seperti di bidang lainnya, sukses ini pun diikuti pendirian sekolah berikutnya, yakni: Akademi Keperawatan Harum (AKRUM) dan Akademi Kebidanan Sismadi (AKBID). Bahkan, pada 2007 AKSIS mendapat izin dari pemerintah untuk ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sismadi (STIKES). Dari bidang pendidikan ini, yang paling membanggakan Sismadi, salah satu perawatnya pernah terpilih menjadi perawat terbaik di Singapura. Kendati sedikit melenceng dari bidang keahliannya, Sismadi juga mendirikan Sekolah Menengah Industri Pariwisata Sismadi (SMIP Sismadi) di Tanjung Priok, Jak-Ut.

Belakangan, Sismadi Group terjun pula ke bisnis perdagangan, menjadi pedagang besar farmasi dan alat kesehatan lewat Sisma Zaphiros. Menurut Totok, di bidang ini ada prinsip berbasis moral yang ditekankan ayahnya. ”Kami tidak boleh ikut tender, karena tender berbau korupsi dan akal-akalan,” ujar Totok. Oleh karena itu, sampai sekarang Zaprihos yang memiliki kantor di Yogyakarta dan Jakarta, tidak pernah menjadi distributor tunggal.

Sayap bisnis Sismadi Group juga makin berkembang dengan mendirikan bisnis konsultasi. Sebagian besar memang terkait dengan keahliannya di bidang kesehatan. Bidang bisnis ini mencakup: konsultan manajemen rumah sakit/klinik; konsultan kesehatan; konsultan hukum bisnis kesehatan; konsultan lingkungan hidup; dan konsultan manajemen investasi. Kelompok usaha ini merambah pula bidang multifinance, perdagangan industri dan pabrik. Perusahaannya seperti Ventura Giant Asia (berdiri tahun 2004); Lembaga Keuangan Mikro dan Bank Perkreditan Rakyat; serta Divisi Perdagangan Industri dan Pabrik Sisma Grafika. Sismadi Group pun merambah bidang lingkungan dengan memberikan jasa di bidang pengelolaan daur ulang limbah (limbah cair dan padat) dan pengolahan sampah kota. Tak ketinggalan, bidang keuangan syariah digarapnya pula, yakni lewat Divisi Ash-shomad International yang menaungi BMT & Gadai Syariah As-shomad Warakas, serta BMT & Gadai Syariah Ash-shomad Pademangan.

Totok mengutarakan, hampir sebagian besar unit usaha yang berada dalam naungan Sismadi Group berdiri secara tak sengaja. ”Rata-rata anak usahanya berdiri karena kebutuhan internal,” ujarnya. Selain itu, bila dicermati setiap unit bisnis yang dilahirkan awalnya merupakan unit penunjang yang dibutuhkan secara internal. Misalnya ketika Sismadi Group membutuhkan manajemen khusus yang mengurus SDM perusahaan, maka berdirilah PT Sarana Insan Sejahtera. Atau misalnya ketika beberapa RS di bawah Sismadi Group membutuhkan jasa pencucian baju, kemudian didirikan salah satu unit bisnis yang mengelola jasa laundry khusus rumah sakit. “Jadi, ini bisa menjadi beratus-ratus bisnis,” kata Natsir dengan nada ringan.

Menurut Totok, pada dasarnya ada dua jenis perusahaan di bawah Sismadi Group. Yang pertama, perusahaan atau PT yang hanya menaungi dan memiliki bisnis tapi tidak mengoperasikan. Misalnya, Sisma Medika International yang menaungi RS Harum dan RS Sukmul. Yang kedua adalah perusahaan atau PT yang bersifat operasional, misalnya Sarana Insan Sejahtera, Security Intelligence Service, dan Ventura Giant Asia. Uniknya, “Perusahaan kami tidak tergabung di holding. Perusahaan kami berjalan sendiri-sendiri,” tuturnya. Sejauh ini, Divisi Health Care tetap menjadi kontributor terbesar dibanding unit usaha lainnya.

“Kami tahu, dunia bisnis berubah sangat cepat. Karena itulah setiap tanggal 19 Agustus semua pemimpin berkumpul dan membuat rencana jangka panjang terhadap perusahaan,” ungkap Totok seraya menyebutkan jumlah seluruh karyawannya saat ini mencapai 1.500 orang. Natsir sendiri mengklaim pertumbuhan bisnis Sismadi Group kini di atas pertumbuhan rata-rata industri kesehatan.

Perkembangan terbaru, sekarang nama Sismadi Parto dijadikan jargon corporate culture. Di setiap seragam karyawan terpasang lambang Sismadi Parto. Budaya perusahaan yang mengusung nama Sismadi Parto sendiri berasal dari singkatan Sistem Manajemen Dinamis Partisipatif Objektif.

Rencana ke depan, Totok menerangkan, Sismadi Group akan mendorong masing-masing unit usaha agar bisa meningkatkan nilai asetnya. Ia mengakui, untuk mencapai hal itu harus dimulai dari pembenahan struktur organisasi agar lebih sistematis dan terorganisasi.

Namun, Totok menekankan, Sismadi bukanlah pengusaha yang berorientasi pada keuntungan semata. Tujuan utamanya ketika membangun berbagai divisi perusahaan karena ingin mengurangi pengangguran. “Dalam rapat-rapat, beliau tidak pernah menanyakan berapa keuntungan kami. Melainkan, berapa orang yang sudah kami carikan pekerjaan,” ungkap Totok. “Jadi, keluarga Sismadi disiapkan untuk menjaga dan memahami nilai-nilai dengan mengembangkan usaha demi kelangsungan pelayanan bagi orang banyak,” ia menegaskan.
URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/artikellain/details.php?cid=1&id=8095

Iklan

3 Replies to “Bisnis Warisan Sang Ahli Bedah”

  1. mas Dwi,

    Salut atas prakarsa mas Dwi mengumpulkan memoir2 yang ditulis untuk mengenang almarhum Dokter Sismadi. Saya belum pernah berjabat tangan dengan mas Sismadi, saya belum pernah ngobrol dengan almarhum, namun saya mempelajari riwayat beliau.

    Memoir tentang dokter Sismadi ini amat diperlukan karena orang2 yang ada sekarang cenderung hanya melihat keadaan dan kondisi Sismadi Group saat ini saja. Orang2 kurang bisa melihat atau lebih tepatnya tidak mengetahui asal usulnya dan riwayat dari grup yang ‘unik dan maju’. Mengapa unik, karena diawal berdirinya grup Sismadi ini, tidak secara sengaja, tanpa ada ‘long term planning’. Artinya SDM nya telah bekerja keras, telah berusaha semaksimal mungkin, telah fokus mengatasi permasalahan. Hasilnya, …serahkan kepada Yang Maha Rahman.

    Unik karena tidak pernah meminjam uang untuk modal, baik modal awal maupun modal kerja. Kalau dilihat di laporan pembukuannya, maka Account Payable untuk melunasi hutang ke Bank bisa disebut marginal, ada tetapi kecil sekali dibanding total revenue.

    Unik karena tidak pernah menerbitkan obligasi. Unik karena tidak pernah menerbitkan saham yang dijual ke publik. Karena unik maka tahan banting. Di saat banyak perusahaan kolaps karena terlilit hutang, Sismadi grup tegak berdiri kokoh dan tahan dalam menerima badai ekonomi yang menerpa di tahun 1998-2000. Benar2 unik. Kuncinya adalah keikhlasan dalam bekerja para SDM nya.

    Grup ini maju, ini karena jejaring dan kepercayaan yang terbina selama ini, yang merupakan kunci utama dari bisnis. Para pelanggan, para suplier, para banker, para executive di pemerintahan, mereka sama2 diuntungkan, sama2 menikmati kelancaran bisnis ini. Win Win system yang berjalan mulus dan lancar.

    Grup ini adalah pelaku ekonomi yang handal. Mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Mampu membayar pajak ke pemerintah. Mampu membantu program pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan.
    Luar biasa mas Sismadi ini. Beliau menjadi berguna bagi lingkungannya. Beliau mempunyai ‘keyakinan’ yang amat kokoh, amat kuat dan itulah yang menjadi modal utama.

    mas Dwi,
    Semoga suatu saat akan diterbitkan buku yang mengulas dan menceriterakan kisah dokter Sismadi, alumni Realino yang berhasil dalam melaksanakan ajaran Sapientia et Virtus. Kita semua perlu meneladani dan meniru kegiatan mas Sismadi.

    Semoga dosa2 mas Sismadi mbak Sismadi diampuni, semoga amal2 beliau berdua diganjar berlipat anda oleh Yang Maha Rahman. Semoga di alam kubur, arwah mas Sismadi dan mbak Sismadi dapat tidur tenang menunggu pengadilan akhir. Amin.

    Gufron

  2. Sisma Karanggede Hospital Medika including large companies with employees over 20 people, but there are no employee benefits from the attention of the employee under minimum wage menejemen.Wages Boyolali district and with such conditions and the Department of Manpower Ministry of Health still no government action.May need info about this, but employees still did not dare to tell because the threat of layoffs.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s