Minum Teh bag. ketiga

oleh Gufron Sumariyono

.
Teh wangi melati itu menggunakan Teh hijau yang digosongkan. Digosongkan? Iya memang betul. Daun tehnya dimasukkan ke dalam bumbung kemudian dibakar perlahan di dalam bumbung bambu sampai gosong. Itu dulu, sekarang tentu lebih modern.

Pengolahan teh itu kira-kira seperti ini. Sebagian sumber data saya ambil dari handbook di T.K imia UGM, Lab Bahan Makanan dan dari website.

  • Pemilihan bahan baku teh hijau
Bahan bakunya adalah pucuk muda daun teh yang 3 lembar di atas. Biasanya pengolah menggunakan berbagai campuran bahan teh untuk memperoleh rasa teh dengan kriteria yang:
  • warna hijau kehitamannya cukup bagus (bright),
  • rasa sepetnya cukup kuat (brisk),
  • bentuknya tergulung dengan rapi,
  • dapat menyerap aroma bunga dengan baik, dan
  • kadar airnya maksimal 10%.

Di luar kriteria tersebut, biasanya dibuat menjadi teh wangi, atau teh celup yang dibungkus dengan kertas khusus. Lalu diberi merk seperti Lipton, McDonald, Harrods, Sosro, Thong Djie dll.

  • Penggosongan
Disebut penggosongan karena pada dahulu kalanya, memang teh yang keluar dari proses ini cenderung gosong. Karena dipanaskan menggunakan bumbung itu tadi. namun sebenarnya, proses ini hanyalah proses pengeringan untuk mencapai kadar air 0% dan menghilangkan gas-gas yang tidak dikehendaki. Proses ini juga membuat teh hijau ini menjadi lebih berpori.
  • Pemilihan pewangi
Ada beberapa bunga yang sering digunakan dalam pembuatan teh agar wangi. Jika di Tegal Jawa Tengah, bunga yang sering digunakan adalah bunga melati atau melati gambir. Kalau di Jawa Barat menggunakan bunga culan. atau bunga cammomile
  • Pelembaban
Tujuannya adalah memperluas permukaan dari teh hijau gosong tadi. Pelembaban ini menggunakan air yang disemprotkan dalam bentuk titik-titik air sehingga kadar airnya meningkat sampai 30-35%. Selain memperluas luas serapan si daun teh ini, pelembaban ternyata juga menurunkan suhu sehingga daun teh akan lebih mudah menyerap aroma dari bunga dan menahannya lebih lama.
  • Pewangian
Prosesnya ada yang dengan mencampur dengan bunga melati/melati gambirnya secara langsung, ada juga yang berlapis antara teh dan bunganya.
  • Pengeringan
Proses ini untuk mengurangi kadar air hingga siap dipasarkan. Kadar air yang keluar dari proses ini diharapkan 4%. sehingga saat di konsumen, kadar airnya tidak lebih dari 8%. Karena jika lebih dari itu, aromanya tentu sudah berkurang. pembungkus teh yang baik adalah alumunium foil atau plastik PE.
Kemudian dikemanakan bunganya? Bunga yang sudah selesai dipergunakan dalam pembuatan teh wangi sebenarnya sudah tidak berguna (habis wangi sepah dibuang). namun ada kalanya tetap dimasukkan dalam campuran teh untuk memberikan sensasi lebih bagi konsumen.
Di pasar tradisional di Garut, saya temukan satu hal yang menarik yang mungkin tidak bisa didapatkan di tempat lain. Di dalam pasar, tersedia beberapa Kios teh yang khusus menjual teh kiloan dengan aneka kualitas. Semua teh yang dijual masih dalam batas teh kelas rakyat. Kios tersebut menjual dua macam teh, yaitu teh merah dan teh hijau.
Kualitas terendah adalah teh merah bubuk karena memang tersedia dalam bentuk bubuk, dan harganya Rp 500 per ons. Ini bahan baku dari teh celup termasuk teh merk Lipton. Untuk mendapatkan aroma tertentu, teh bubuk ini akan disemproti dengan parfum tertentu sehingga menambah aromanya.
Kualitas lain ada yang terdiri dari batang teh semua, ada yang campuran. Kualitas tertinggi adalah teh hijau bentuknya seperti biji2 jagung warna hitam. Karena daun teh muda setelah dikeringkan akan menggulung kecil. Kalau diseduh dengan air panas baru daunnya membuka kembali, harganya rata2 Rp 4,500 per ons.
Anjuran saya untuk menikmati minum teh, maka minumlah teh yang diseduh, jangan teh yang dicelup. Teh yang diseduh bahan bakunya lebih berkualitas dibanding teh celup.

.

(bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s