Minum teh bag. keempat

.

Teh itu sangat eksotik dan menarik. Banyak sekali ragam keunikan serta sejarahnya. Mirip dengan Wine. Ini yang membuat saya jatuh hati dengan teh, soalnya saya gak bisa minum wine. Banyak sekali macam teh yang pingin saya review, mudah-mudahan banyak diberi kesempatan dan waktu.

Harga teh itu sangat bervariasi, ada yang sangat mahal sekali, seperti teh Oolong, Harrods, Darjeeling yang harganya USD 100 per paket. Disini di Jakarta juga begitu, ada teh hitam yang mahal sekali.

Salah satu teh yang mahal namanya teh Darjeeling dari India. Teh Darjeeling adalah teh hitam yang dibuat dari daun teh yang berasal dari perkebunan teh di daerah Darjeeling Bengal Barat, India, sehingga mendapat julukan “The Champagne of Teas (sampanye-nya teh). Air seduhan teh Darjeeling berwarna terang dengan aroma yang lebih harum dibandingkan jenis teh hitam lain. Teh ini sering diminum begitu saja tanpa tambahan gula atau susu. Perbedaan suhu udara antara panas dan dingin yang tajam di daerah pegunungan tinggi Darjeeling menghasilkan teh dengan aroma yang sangat harum. Teh Darjeeling terbaik dan termahal diberi nama oleh para penikmat teh sebagai “muscatel”, karena aroma wangi yang “manis” seperti anggur muskat. Teh seperti ini sangat disukai di Inggris.

Berdasarkan pengolahannya ada 3 macam teh yaitu :

  • Teh hijau (tidak mengalami fermentasi),
  • Teh oolong (semi fermentasi) dan
  • Teh hitam (fermentasi penuh).

Berdasarkan kwalitasnya ada 3 macam kwalitas seperti di pabrik yang saya lihat di Parungkuda Sukabumi dan di Segarahelang, Ciater

  • Kelompok satu disebut teh super, bentuknya masih utuh, daunnya tergulung rapi ke satu arah, biasanya tergulung ke dalam mirip biji-biji jagung atau biji kacang kapri. Dari Indonesia teh ini akan diexport dalam bulk lalu di negara tujuan dikemas dengan aluminium foil dan dimasukkan ke dalam box yang sangat indah dan mewah. Misalnya Harrods.
  • Kelompok kedua disebut teh rusak, daunnya rusak, tidak utuh, waktu diproses, gulungannya macam2 dan sering tercampur dengan batang-batang yang kering. Di Jakarta dapat ditemui di semua supermarket dengan merk Thong Djie, Sosro, Gopek, Slawi dll.
  • Kelompok terakhir adalah berupa teh bubuk, ini yang paling bawah. Bentuknya tidak berupa daun tetapi berupa bubuk pasir. Oleh para penikmat teh disebut residu. Barang teh sampah ini disemprot dengan berbagai parfum, lalu dibungkus di kertas putih, diberi tali, dan diberi merk Lipton atau Sosro. Orang-orang yang tidak tahu teh akan membeli teh celup ini karena murah, dan praktis.

.

Masuknya Teh ke Indonesia

Teh dikenal di Indonesia sejak tahun 1686 ketika seorang Belanda bernama Dr. Andreas Cleyer membawanya ke Indonesia yang pada saat itu penggunaannya hanya sebagai tanaman hias. Baru pada tahun 1728, pemerintah Belanda mulai memperhatikan teh dengan mendatangkan biji-biji teh secara besar-besaran dari Cina untuk dibudayakan di pulau Jawa.

Usaha tersebut tidak terlalu berhasil dan baru berhasil setelah pada tahun 1824 Dr.Van Siebold seorang ahli bedah tentara Hindia Belanda yang pernah melakukan penelitian alam di Jepang mempromosikan usaha pembudidayaan dengan bibit teh dari Jepang. Usaha perkebunan teh pertama dipelopori oleh Jacobson pada tahun 1828 dan sejak itu menjadi komoditas yang menguntungkan pemerintah Hindia Belanda, sehingga pada masa pemerintahan Gubernur Van Den Bosh, teh menjadi salah satu tanaman yang harus ditanam rakyat melalui politik Tanam Paksa (Culture Stetsel).

Pada masa kemerdekaan, usaha perkebunan dan perdagangan tehh diambil alih oleh pemerintah RI. Sekarang, perkebunan dan perdagangan teh juga dilakukan oleh pihak swasta.

.

Unsur-unsur bermanfaat yang terkandung dalam teh

  • Katekin dalam Teh. Senyawa ini sebagai bahan organik yang mampu melawan penyakit degeneratif. Senyawa katekin merupakan antioksidan, antikanker, antimutagenik, antidiabetes dan anti penyakit lainnya.
  • Theaflavin. Theaflavin merupakan hasil oksidasi katekin akibat proses oksimatis pada pengolahan Teh hitam. Dengan kata lain, Theaflavin “hanya” terdapat dalam teh hitam atau teh yang telah mengalami oksimatis.

.

Hasil penelitian manfaat Teh

  • The Netherland National Institute of Public Health: 1-2 cangkir teh hitam perhari akan menekan penimbunan kolesterol 46%; 4 cangkir per hari menekan sekitar 68%. 552 org minum teh hitam 4 -7 cangkir perhari secara teratur menurunkan resiko serangan penyakit stroke.
  • Dr. Joseph Vito – Boston’s School of Medicine:Serangan jantung berkurang 40 % pada orang yg membiasakan minum teh.
  • Penelitian atas 3000 orang dewasa di Arab Saudi: Konsumsi rutin teh hitam dapat menurunkan resiko serangan penyakit jantung koroner sampai 50%.
  • Penelitian di RS Fukuoka, Jepang : 1306 laki-laki di RS Fukuoka, Jepang (1986-1988): kadar kolesterol berbanding terbalik dengan kebiasaan minum teh. 1371 orang Jepang (1986) usia > 40 tahun : konsumsi teh 4-9 cangkir teh menurunkan lemak secara nyata. (sumber website)

Manfaat teh hijau lebih tinggi dibandingkan dengan teh hitam. Ini ditunjukkan polifenol teh hijau yang jauh lebih berperan untuk mencegah terjadinya kanker dibandingkan polifenol teh hitam. Senyawa polifenol dapat berperan sebagai penangkap radikal bebas hidroksil (OH2) sehingga tidak mengoksidasi lemak, protein dan DNA dalam sel. Radikal bebas yang berasal dari berbagai makanan awetan dan polusi udara merupakan musuh utama kesehatan, kecantikan dan penuaan dini seperti cepat keriput dan noda hitam pada kulit. Kemampuan polifenol menangkap radikal bebas, 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari vitamin E.

Hal yang sama juga terjadi pada LDL, kolesterol yang berbahaya bagi tubuh. Katekin dan theflavin membantu menyingkirkan radikal bebas sehingga tak memiliki kesempatan mengoksidasi LDL yang dapat membentuk plak pada dinding arteri, yang menjadi penyebab aterosklerosis. Dengan demikian, antioksidan pada teh dapat memperlancar arteri mengirim darah yang penuh gizi ke jantung dan ke seluruh tubuh.

Selain itu, kandungan epigalokatekin dan epigalokatekin galat pada teh hijau dapat menghambat aktivitas enzim yang mengatur tekanan darah dan dapat membantu mengurangi penyerapan vitamin B1 yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas metabolisme gula sehingga berat badan bisa turun. Maka dengan mengkonsumsi teh seduh secara teratur, 3-4 gelas setiap hari, dapat menstimulasi terjadinya penurunan tekanan darah dan membantu menormalkan tekanan darah penderita tekanan darah tinggi.

Maaf teman-teman Forsino-wan banyak istilah teknis yang ditulis disini. Tidak perlu dihafal, yang penting tahu manfaatnya saja. Ini bukan kuliah kok hehehe…. Yang penting minumlah teh seduh setiap hari, agar mencegah kanker, prostat dan tekanan darah teman2 bisa normal dan lancar.

.

(selesai)
Gufron Sumariyono – penikmat teh kawakan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s