Anak-anakku sekolah di Rossal #3

.

Nama wali murid atau Guardian Parent dari anak-anakku selama sekolah di Rossall adalah Bill Taylor dan istrinya Carol. Siapakah Bill dan Carol Taylor ? Mengapa mereka begitu baik hati, mau menemui kami di hotel Fleetwood,  naik mobil 1,5 jam dari rumahnya. Saya masih terheran-heran, karena kami tidak ada hubungan apa-apa dengan Carol dan Bill itu “dudu sanak dudu kadang dudu Realinowan” kok mau membantu seperti itu. Bill dan Carol ketemu kami di hotel di Fleetwood dan mengobrol selama kira-kira sejam, karena sudah waktunya makan malam, kami diajak makan malam, di restoran China di kota Lytham Sint Anne’s melewati kota Blackpool, cukup jauh juga kira2 20 mile dari Fleetwood. Disitu kami baru tahu latar belakang mereka berdua. Bill dan Carol setiap tahun dua kali ke Indonesia, karena bisnis mereka berdua dibidang kayu dan rotan. Bisnis ini sudah berlangsung selama lebih dari 10 tahun lamanya. Mereka sudah mengunjungi pabrik2 plywood, woodworking, dan rotan di Sumatra Utara, Jambi, Riau, Lampung, Palembang dan juga di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan. Mereka hapal semua pabrik plywood, woodworking dan rotan terletak dikota mana, siapa yang punya berapa kapasitasnya.Trading Company miliknya Carol dan Bill ini sebagai salah satu (dari tiga atau empat)  importir di UK yang mengimport plywood, woodworking dan rotan furniture made in Indonesia untuk dipasarkan di UK. Mereka sering mendapat bantuan dari kawan2 Indonesia. Sahabat saya pak Suharsono, salah satu Direktur perusahaan plywood di Jakarta menilpun Bill dan Carol untuk menolong saya, karena pak Harsono sering membantu Bill dalam bisnis kayu dan rotan.

Alhamdullilah .. Datang pertolongan pada saat kami sangat membutuhkan sekali.

Bill waktu itu sudah berusia 61 tahun dan Carol 53 tahun. Pasangan suami istri dari Inggris ini tidak punya anak. Dirumah mereka punya dua anjing jenis pudel kecil mungil (mungil, matanya bulat, rambut sering dicukur, lucu sekali..) yang selalu dibawa-bawa kemanapun mereka pergi.

Ketika Bill dan Carol melihat Rahma dan Dhani, langsung mereka suka dan bersedia menjadi Guardian Parent anak-anakku. Subhahanallah .. alhamdullilah .. Pertemuan pertama berlangsung dengan sangat hangat, akrab dan penuh persaudaraan. Mereka menasehati agar kami tidak perlu kawatir, mereka akan menjaga Rahma dan Dhani seperti menjaga anaknya sendiri. Hati orang tua mana yang tidak berbunga-bunga mendengar sendiri ucapan yang sangat sejuk itu.

Dhani 2007

Sejak Januari 1997 kedua anakku resmi sekolah di Inggris, di Rosall School, yang gedung2nya sudah 165 tahun dan terletak dimuka pantai menghadap ke Irlandia, anginnya kencang sekali.  Bagian dalam gedung masih dipelihara dengan seksama dan bersih. Rosall masih menjaga tradisi dan budaya British.
Impianku terkabul menyekolahkan anak-anak ke Inggris.

Rahma masuk Advance Level kelas 1  (equal dengan   SMA kelas 1). Dhani masuk  ke  Internasional  School  selama 6 bulan, dan bulan September baru  masuk ke reguler  kelas. Setiap Sabtu sore, Guardian Parent Bill dan Carol datang ke Rossall untuk menemui Rahma dan Dhani, kadang2 anak-anak dibawanya menginap dirumah mereka di Widnes dan dikembalikan ke asrama Rossall hari Minggu malam. Waktu ada liburan seminggu, anak2ku dijemput dan menginap di rumah Guardian Parent mereka. Senin sampai Jumat anak-anak bekerja magang diperusahaan mereka. Rahma disuruh sebagai data entry di komputer, sekali-sekali diajak menemui clientnya. Dhani disuruh bekerja di gudang, tugasnya mengangkati dan memindahkan furniture rotan dari gudang ke mobil untuk diangkut ke toko outlet. Setiap malam Dhani mengeluh badannya pegel-pegel dan kakaknya Rahma memijit pundak dan lengan tangan sambil menghibur adiknya disuruh sabar. Setelah seminggu liburan mereka pulang ke Rossall dan masing2 anak diberi GBP 40 sebagai honornya. Surprised buat anak2.

Ada kemiripan antara Rossall dengan Realino. Sama-sama didirikan oleh pastor Katholik. Sama-sama mengetrapkan disiplin waktu untuk kegiatan sehari-hari. Diajarkan menghargai hak orang lain. Para guru benar2 masih menjaga tradisi dan budaya British di Rossall dengan sungguh2. Dari Senin sampai Jumat anak2 tidak boleh keluar dari asrama, hanya boleh keluar hari Sabtu dan Minggu.  Pengawas di Rossall tinggalnya di gedung asrama dengan keluarganya, karena mereka adalah guru dari Rossall. Anak2 diajarkan mandiri mulai dari mengatur kamar tidurnya, yang diisi 4 orang dengan 1 orang senior sebagai bapak buahnya.

Di Rossall ada mushola yang disediakan untuk murid2 yang beragama islam, umumnya dari Brunei, Malaysia, Yaman, Mesir, Indonesia, Pakistan, Yordania.  Ekstra kurikuler sangat beragam dan lengkap sekali. Rahma belajar menyanyi koor dan solo, olahraganya berenang di kolam yang airnya panas. Dhani bermain sepakbola, pingpong, badminton dengan kawan2nya, untuk musik Dhani belajar menabuh drum dengan pelatih drum profesional.

Menu makan di Rossall sangat bagus, ada ahli gizi yang digaji untuk mengatur menu. Menu siang dan malam selalu disediakan protein hewani (ayam/beef/ikan) yang cukup dan dimasak ala British, permulaan nya anak2ku kurang selera, namun karena tidak ada pilihan lain, daripada kelaparan maka makan juga. Susu segar di asrama disediakan tanpa ada batasnya, anak-anak boleh minum susu sepuas-puasnya. Buah-buahan disediakan tanpa batas boleh makan sepuas-puasnya, umumnya apel peer atau jeruk.

Tahun 1997 berlalu dengan lancar tanpa ada masalah yang berarti. Mereka berdua menyenangi kehidupan yang baru di Rossall, belajar segala macam tentang hidup dan kehidupan. Anak2ku sudah bergaul dengan bangsa lain ada Inggris, ada Malaysia, ada Brunei, ada Itali, ada Yordania, ada China Taiwan, ada China daratan, ada Jepang. Anak2ku menikmati 4 musim di Inggris, suhu yang dingin di musim winter tanpa salju dan angin kencang diganti suhu panas di musim summer dengan banyak hujan. Anak2 kelihatan lebih sehat dan yang menonjol adala spirit untuk hidup tinggi.

Tahun 1998 terjadi multi krisis di Indonesia, akan saya tulis ditulisan berikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s