Minum teh

Oleh : Gufron Sumariyono
Bagian pertama

.

Minuman apa yang paling populer di masyarakat? Jawabannya adalah minuman yang terbuat dari teh. Teh adalah jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi manusia dewasa di muka bumi ini, termasuk Indonesia.

Pagi hari sebelum memulai kegiatan, hampir setiap orang dewasa minum minuman teh hangat, sebagai pembuka. Ini rutin dilakukan. Di kantor pun minuman yang paling banyak diminati adalah teh, baru disusul kopi dan air putih. Minum teh, sangat nikmat ketika masih hangat dan bisa menyegarkan tubuh dan pikiran. Maka tak berlebihan, jika teh dijuluki minuman rakyat. Penggemarnya mulai dari orang desa hingga orang kota dan bisa dinikmati di mana saja, di warung pinggir jalan, di restoran dan di hotel berbintang lima, rumah gubuk yang reyot, rumah biasa, rumah gedongan nan mewah. Kata iklan ʽSosroʼ, apa pun makanannya, teh adalah minumannya.

Namun, selama ini minum teh lebih ditujukan untuk kenikmatan dengan menambahkan gula atau susu pada air seduhannya, termasuk saya sendiri. Sejak lahir saya sudah minum teh, di Pati, di Realino Yogya, di Jawa dan di Jakarta. Demi untuk kenikmatan perlu ditambah gula. Berbeda dengan masyarakat Cina dan Jepang, mereka mengkonsumsi teh untuk kenikmatan dan untuk mendapatkan khasiat dari teh yang menyehatkan. Karena itu saya merubah cara saya menikmati minuman teh, sekarang sesudah menyedu teh maka langsung diminum tehnya tanpa gula, dan masih hangat.

Apa benar teh itu bisa menyehatkan? Apa sih isi kandungan teh itu?

Masyarakat Cina dan Jepang sudah ribuan tahun meyakini bahwa minum teh dapat menetralisasi kadar lemak dalam darah, setelah mereka mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak. Mereka juga percaya, minum teh dapat melancarkan air seni, menghambat diare dan sederet kegunaan lainnya. Itu sebelum ada research yang ilmiah.

Di Realino, minuman teh disajikan 4 kali sehari, pagi,siang,sore dan malam. Pengaruhnya kepada para penghuni ‘langsung’, yaitu tidak ada warga Realino yang gendut tidak ada yang bertambah gemuk. Tetapi badan penghuni Realino sehat dan jarang sakit. Itulah khasiat yang dinikmati warga Realino tanpa disadari.

Seiring dengan perkembangan ilmu pangan yang makin maju, khasiat minum teh pun dipelajari dengan research ilmiah sehingga  makin banyak diketahui. Isi kandungan teh sekarang sudah dibuktikan akan membuat peminum teh menjadi lebih sehat. Hal ini mendongkrak konsumsi teh dari tahun ke tahun.

Di Inggris misalnya mencapai 2,5 kg/kapita/ tahun, di Irlandia bertengger pada angka 3,5 kg/kapita/tahun, Pakistan dan India berturut-turut pada posisi 1,0 kg dan 0,6 kg/kapita/tahun.

Bagaimana dengan Indonesia, ternyata masih sangat rendah konsumsinya, yakni baru mencapai 0,2 kg/kapita/tahun. Tak sampai 10 persen dari konsumsi masyarakat Inggris. Padahal, Indonesia merupakan penghasil teh kelima terbesar di dunia setelah India, Cina, Sri Lanka dan Kenya. (sumber website)

Diduga penyebab rendahnya tingkat konsumsi teh di Indonesia karena masyarakat belum banyak yang tahu tentang khasiat teh bagi kesehatan. Walau minum teh sudah menjadi semacam budaya setidaknya di kalangan masyarakat Jawa, namun minuman teh yang hangat dan disedu belum menjadi primadona untuk masyarakat kebanyakan di Indonesia, masih lebih banyak memilih soft drink seperti coca cola, fanta, pocari sweat. Untuk diketahui bahwa teh botol Sosro, minuman fruit tea dll itu minuman ringan yang memiliki rasa teh bohongan, bukan teh yang sebenarnya. Hanya mampu menghilangkan rasa haus, tapi manfaat kesehatannya tidak ada.

(disambung)

Gufron Sumariyono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s