Tanggung Jawab Siapa?

.

Dalam rangka memeriahkan acara dies natalis asrama Realino tahun 1964, disepakati untuk mempertandingkan balap sepeda cross-country. Peminatnya lumayan banyak, sekitar 20 orang. Rute pertandingan disepakati dari Villa Utara asrama terus belok ke kanan/ke Utara, menyusuri jalan Gejayan sampai ke selokan Mataram, lalu belok ke kiri mengikuti pematang selokan Mataram. Di sinilah track yang paling berat, terdiri dari pematang selokan, pematang sawah, sawah yang berlumpur, parit yang berair cukup dalam. Bahkan di desam Mbarek (?) ada kalanya sepeda yang harus naik orang. Setelah itu, rute belok ke kiri/ke Selatan menyelusuri Jl. Kaliurang yang beraspal melintasi kampus Bulak Sumur dan Sekip, kemudian berbelok ke kiri /ke arah Timur, melewati asrama putri D Stella Duce di Panti Rapih, terus ke Utara ke kampung Samirono, mentok komplek Colombo, belok kiri lagi dan finish di Villa Selatan Asrama Realino.

Perlombaan berlangsung lancar, semua peserta dapat menyelesaikan lomba dan berhasil mencapai garis finish di Villa II/Selatan. Namun, ada seorang peserta yang apes. Sudah kalah masih kehilangan cincin emasnya. la lalu protes dan menyalahkan panitia karena memilih rute yang berat dan jelek. Karenanya, ia meminta tanggungjawab panitia. Menghadapi protes ini panitia mbatin, “Lha kan tahu rutenya berat dan jelek mbok ya jangan ikut”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s