Sapientia et Virtus

Semboyan dari Realino, yang mempengaruhi sekian banyak penghuni asrama bertahun-tahun lamanya, memang dinyanyikan dengan penuh kegembiraan dan keyakinan oleh para eks-realino pada reuni-reuni mereka, tetapi tidak selalu dimengerti maknanya oleh mereka. Hal itu disebabkan antara lain oleh kenyataan bahwa semboyan itu adalah terbuka untuk lebih dari satu penafsiran.

Kata “sapientia” dapat ditafsirkan dengan “kebijakan” dan dengan “kebijaksanaan”, yang tidak persis sama; sedang kata “virtus” dapat ditafsirkan dengan “kebajikan”, tetapi juga dengan “kekuatan”, karena kata latin virtus itu adalah “multi-interpretabel” sesuai dengan kebutuhan zaman. Jelaslah kata “sapientia” itu lebih menunjuk pada suatu sifat rasional/mental, suatu yang berhubungan dengan rasio, akal budi manusiawi.

Manusia ialah, dengan lain kata dari bahasa latin, “animal rationale”, artinya ciptaan yang berfikir. Oleh karena daya berfikirannya itu manusia berbeda dari lain ciptaan hidup. Dalam konteks itu manusia bijaksana ialah manusia yang tahu bagaimana menilai dengan baik orang maupun situasi yang ia temukan di dalam hidupnya. Menilai pertama-tama dibuat dengan fikiran, tetapi tidak saja oleh fikiran; manusia juga menilai dengan hati dan budi yang ia memupuk selama hidupnya dengan pemikiran itu. Maka seorang bijaksana ialah orang yang “diskreet”, berarti tahu kapan harus bicara, kapan diam; kapan harus bertindak, kapan biarkan; kapan harus protes, kapan terima. Dan seterusnya. Seorang tidak menjadi bijaksana begitu saja; ia harus belajar selama hidupnya untuk menjadi bijaksana, diajar oleh kenyataan hidup.

Kata “virtus” lebih menunjuk pada sifat mental/hati, suatu yang berhubung dengan perasaan. tetapi tidak dengan perasaan saja, karena perasaan saja tidak dapat membangun “virtus”. Yang dimaksudkan ialah perasaan hati seperti itu dibentuk dan dipengaruhi oleh budi. Lain kata: perasaan yang terkontrol oleh budi manusiawi. Kalau seorang membiarkan diri diatur oleh perasaan saja, ia menjadi alat dari perasaan itu; kalau ia tahu mengontrol perasaanya, sesuai dengan situasi dan kondisi, ia menjadi kuat. Karena suatu perasaan adalah hal yang positip.

Dalam konteks ini menurut pendapat saya kata “virtus” itu terutama mesti dihubungkan dengan kekuatan, dan tidak dengan kesucian (“pietas”) seperti sering terjadi; seorang yang banyak berdoa, sering pergi ke gereja, menghormati para pastor, belum adalah orang yang unggul dalam “virtus”.  Seorang yang unggul dalam virtus ialah seorang yang bertahan di dalam situasi baik maupun jelek, yang tidak kehilangan identitasnya bilamana terjadi malapetaka di dalam hidupnya.

Seperti halnya dengan kebijaksanaan, demikian juga kekuatan itu tidak begitu saja menjadi milik seseorang. Ia harus belajar untuk memupuk kekuatan hati dan budi, diajar oleh pengalaman hidup. Sapientia et Virtus – kebijaksanaan dan kekuatan – tidak dapat dipisahkan seratus persen. Ada banyak unsur yang sama, yang mirip, terutama di bidang mental. Bahkan dapat dikatakan bahwa sapientia et virtus “go hand in hand”, seorang tidak bisa bijaksana tanpa menjadi kuat, dan tidak bisa kuat tanpa menjadi bijaksana.

Maka sapientia et virtus adalah suatu ajaran hidup untuk setiap orang, dan tidak setiap eks-realino begitu saja dapat menjadi bijaksana dan kuat walaupun ia menyanyikan “yell Realino” dengan penuh keyakinan dan kegembiraan. Semoga dengan demikian para eks-realino selalu tambah dan tumbuh dalam sapientia et virtus itu, sekaligus menanam dan memupuk unsur-unsur yang baik itu di dalam hati dan budi anak-anak mereka, sehingga sifat Realino tetap hidup, walaupun asrama dan gedungnya sudah tiada lagi.

Bapak Titus yang baik, dengan ini saya harap sudah memenuhi keinginan Bapak. Coba Bapak menerimanya dengan baik, dan mengoreksi bilamana terdapat kesalahan dalam bahasa, atau ungkapan yang kurang jelas. Bila ada pertanyaan, e-mailku ialah:  ernstbolsius@freeler.nl

.

Ernst Bolsius SJ.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s