Bagaimana Mempertahankan Kebugaran Pria Sampai Usia Lanjut

Oleh R. Djokomoeljanto

Pendahuluan
Dunia mulai menua, populasi bertambah. Pada abad 19 jumlah penduduk bumi 978 juta, 1.650 juta di abad 20 dan di abad 21 mencapai 6.168 juta. Kalau usia harapan hidup manusia seabad lalu ± 30 tahun, kini 75% manusia mati sesudah mencapai 75 tahun. Penuaan penduduk disebabkan oleh berbagai faktor antara lain keluarga berencana (kontrasepsi alami, pil, alat), perubahan pola hidup (tidak menikah, menikah lebih tua, anak sedikit, mengejar karir, pertimbangan ekonomi), usia bertambah (lingkungan hidup, pelayanan kesehatan dan iptek membaik). Disability-free life di luar Eropa berkisar antara 6,5 tahun di Jepang dan 12,8 tahun di Brunei. Ditaksir tahun 2005 Asia akan dihuni lebih dan satu milyar manusia berusia lebih dan 65 tahun. Indonesia akan termasuk negara yang lebih dan 10-15% berusia lanjut. Akibatnya jumlah kelompok produktlf penyangga usia lanjut menurun.

Upaya untuk mencegah secara drastis angka kesakitan dan kecacatan di usia lanjut hendaknya menjadi prionitas utama negana-negara di abad ini. Dalam naskah ini dibahas kebugaran pria bukan karena wanita tidak penting, namun melihat beberapa hal: pertama telah banyak dibahas soal wanita usia lanjut dengan sindrom climacterium dan menopausenya, kedua meski wanita mengalami beban sakit dan cacat lebih banyak tetapi pria temyata mati lebih awal (!) yang sebabnya belum diketahui dengan pasti, ketiga temyata issue ‘gender’ tidak khas issue wanita. Bagi kita sebaiknya kita cermati bersama apa yang telah kita lakukan untuk mencegahnya.

  • ‘Before a thing has made its appearance, order should be secured before this order has begun’ (Lao Tzu).

Morbiditas dan mortalitas di usia lanjut
Perubahan dan keadaaan sehat ke sakit terjadi tidak dalam sekejap, tetapi berjalan dalam jangka cukup lama. Misalnya: unsur dasar tubuh kita (DNA) selalu mengalami kerusakan dan perbaikan, tulang mengalami regenerasi dan remodeling, penumpukan ‘lemak-kapur’ di dalam pembuluh darah selalu dibersihkan (dapat berhasil atau tidak). Kalau kecepatan merusak lebih cepat dan perbaikan, jaringan sehat akan hilang dan muncullah penyakit. Dengan demikian pencegahan akan paling efektif apabila dilakukan sedini mungkin. Khusus kami tekankan pada pencegahan stroke, penyakit jantung koroner, hipertensi dan kanker paru. Bagi berbagai penyakit yang prevalen di usia lanjut (contoh: osteoporosis-tulang keropos, kanker prostat dan colon) diagnosis awal dan ‘screening’ menjadi penting. Observasi oleh pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa wanita 150% lebih sering memeriksakan diri pada dokter dibanding pria, juga dalam stadium penyakit lebih awal. Pria lebih banyak mengeluarkan uang demi kesehatannya karena biasanya datang dalam fase penyakit lebih parah dan wanita. Ia lebih bersifat minta direparasi sedang wanita lebih ke arah mencegah.

Penyakit yang terjadi pada usia Lanjut dapat (a) disebabkan perubahan usia an sich, (b) karena usia mengubah kepekaan seseorang terhadap satu penyakit (c) apabila bersifat genetik umumnya kita tak bisa mengubahnya, dan sebagainya. Hendaknya kita juga sadar bahwa dengan tambah usia akan disertai dengan turunnya produktivitas, menurunnya kebugaran tubuh sehingga lebih sering terkena penyakit tertentu. Yang sering tetjadi adalah kelainan ini:
1. Penyakit kardiovaskuler
2. Penyakit keganasan
3. Osteoporosis
4. Depresi, kecemasan
5. Menurunnya kemampuan kognitif
6. Disfungsi seksual
7. Gangguan endokrin – hormonal
8. Demensia

  • Das Altwerden kann kein Arzt verhindern. Aber er kann ist er gut viel darn Beitragen die BeschwerdLichkeiten zu mildem. (Johan Wolfgang Goethe) (
  • Aging, no physican can stop. But he can if he is good do a lot to reduce the suffering and aches of aging)

.

Screening pada pria usia lanjut

Karena insidensi dan prevalensi penyakit tertentu di usia lanjut tinggi maka dipenlukan skrining. Antara lain: ukuran cadangan lemak tubuh (gendut abdomen lebih jahat dan gemuk bokong atau paha), kadar glukosa dengan pemeriksaan toleransi glukosa (diabetes adalah faktor risiko bermacam penyakit usia lanjut, disfungsi seksual), pemeriksaan lemak darah (cholesterol, trigliserid dan HDL cholesterol faktor risiko stroke, sakit jantung dan pembuluh darah), hormon tiroid (prevalensi hipotiroidisme usia lanjut tinggi), pemeriksaan air kencing (gangguan kandung kemih), kadar PSA (untuk prostat) , elektrokardiogram dan tekanan darah (faktor risiko stroke dan jantung), memeriksakan kadar testosteron apabila ada indikasi (disfungsi seksual dsb), memeriksakan mata serta telinga secara teratur.

Penyakit kardiovaskuler
Kelainan mi disebabkan aterosklerosis (aderverkalking) akibat faktor yang justru terjadi secara bersama di usia larijut. Seperti diketahui faktor risiko kardiovaskuler yaitu: diabetes, lemak darah tinggi, hipertensi, gemuk utamanya – gemuk abdominal, kurang olah raga, stres, dan merokok. Tahun 1990 penyakit kardiovaskuler menempafi urutan ke-5 yang diramalkan menjadi no. 1 di tahun 2020, stroke dan no. 6—4 dan infeksi paru bawah dan no. 1—6. Mengurangi faktor-faktor ini terbukti menurunkan nisiko penyakit jantung koroner: menghentikan rokok, mengendalikan tekanan darah, mempertahankan kadar glukosa dan kadar lipid mendekati kadar normal, meningkatkan olah raga, mengatur diet untuk mempertahankan berat badan ideal serta mengurangt stres.

Penyakit keganasan
Kematian tertinggi pada pnia usia lanjut karena kanker pant, dilkuti kanker lambung, hati, usus besar dan prostat. Bersama penyakit paru kronik kanker pant merupakan penyakit yang paling dapat dlcegah (rokok). Kanker prostat dipantau dengan skrining PSA. Usia memang mengurangt daya imunitas tubuh melawan hampir semua kanker, hingga setiap benjolan hams dicurigai sampai terbukti bahwa bukan ganas.

Osteoporosis
Osteoporosis atau tulang keropos banyak dihubungkan dengan wanita menopause, tetapi temyata usia sendini menyebabkan gangguan pengganfian tulang barn, hingga hilangnya tulang tidak sepenuhnya diganti. Kalau pada wanita hormon estrogen berperan sentral, hingga kini belum ada bukti meyakinikan bahwa tumunnya hommon pria (DHEA, testosteron) menyebabkan osteoporosis. Bukti ke arah mi makin banyak. Dapat dipastikan satu waktu nanti ada terapi-sulih-hormon pria seperti halnya untuk wamta menopause. Pengobatan memang ada, namun pencegahan dengan menumpuk kalsium di masa muda, penggunaan kalsium rutin, olah maga, menjaga nutrisi dapat diusahakan.

Depresi, kecemasan (anxiety)

Temnyata masalah mi memupakan keadaan yang tersering dikeluhkan pria usia lanjut dan kurang mendapat perhatian. Pasien pun jarang mengutarakan pada dokter. Acapkali bersamaan dengan penyakit somatik, yang dapat mengubah penampilan penyakit somatik tersebut menjadi tidak khas. Apabila terjadi sebaiknya dibicarakan dengan dokter Anda. Depresi berat sering menjadi sebab bunuh diii.

Kemampuan kognitif menurun
Penumunan kognitif akibat usia lanjut tidak dapat dielakkan tetapi dapat dihambat. Pada wanita hormon estrogen menjaga memori verbal, hingga menumunnya memori jangka pendek (dan jangka panjang) yang merupakan ciii usia lanjut dicegah. Juga terbukti estrogen menurunkan msidensi penyakit demensia Alzheimer. Pada pria hal im terjadi juga, sebab kadar estrogen pria usia lanjut lebih tinggi dan wanita postmenopausal. Demensia mempakan masalah umum yang mengurangi ‘kemerdekaan seorang’, menyebabkan ‘kehilangan dignity’ dan seining menyebabkannya masuk mumah perawatan

Disfungsi seksual
Usia menurnnkan libido, kemampuan dan aktivitas seks. Impotensi naik sejak usia 50 tahun. Kegiatan seks mampu mempertahankan kesehatan fisik dan mental. Disfungsi seks dapat diduga apabila ereksi waktu tidur amat berkurang. Meskipun ada hubungannya dengan kadar hormon testosteron, banyak penyakit lain yang maxnpu memberikan gangguan ml. Antara lain: hipertensi, obat obat hipertensi-anfidepresi-psikotropik, gangguan pembuluh darah balik (vena) daerah penis, gangguan saraf, diabetes, depresi, postoperatif prostat I colon I tulang belakang dan sakit jantung. Waktu mi dikenal ‘sildenafil’ (Viagra) yang dapat digunakan asal pasien tidak mengidap sakit jantung. Di masa mendatang preparat derivatnya yang Iebih poten dan lebih aman pasti akan dipasarkan.

Gangguan endokrin
Usia menurunkan kadar testosteron yang a.I. menurunkan kebugaran umum, libido, fungsi kognitif, volume darah, kekuatan otot, masa tulang, pertahanan tubuh (immune response), lemak bertambah dan gangguan tidur. Diabetes lebih sering terjadi di usia lanjut demikian pula hipotiroidisme dengan gejala utama: kelambanan semua organ tubuh. Secara kimiawi teijadi turunnya kadar DHEAJ DHEAS, IGF-1, T, SHBG naik hingga testosteron lebih rendah lagi. Seperti diutarakan di atas satu waktu akan ada HRT (Hormone Replacement Therapy) bagi pria juga. Meskipun kim ada belum ideal.

Bagaimana cara untuk menjadi tua namun sehat?

  1. Memperbaiki lingkungan (suasana nyaman, terang, tidak licin, tidak membahayakan).
  2. Pola hidup teratur, sehat termasuk nutrisi tepat. Tidak semua gemuk membahayakan, tipe buah peer (gemuk pernt-sering pada pria) lebih banyak memberi risiko penyakit dan tipe buah appel (gemuk pinggang dan pantat- seining pada wanita). Lingkar pernt pria> 102 cm dan wanita > 88 cm berisiko tinggi! Makin panjang lingkar perut kita agaknya makin pendek umur kita! Gemuk dapat kita hitung sendiri dengan menggunakan rumus berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (cm). (BB2/TB). Angka > 23 termasuk preobese dan >25 termasuk obese. Makin obese makin tinggi kans untuk penyakit, ad. penyaklt jantung, diabetes, sakit sendi, batu empedu, asam urat, hipertensi dsb. Marl kita naik ke timbangan setiap pagi han sebelum mandi!
  3. Olah raga yang tepat sesuai keadaan tubuh, kemampuan.
  4. Menghentikan merokok bagi perokok, juga penyalahgunaan obat dan alkohol.
  5. Interaksi sosial untuk mempertahankan dan meningkatkan mental health.
  6. Menggunakan pelayanan kesehatan, khusus bagi penderita sakit kroms.

Agaknya benar juga pepatah yang dulu seining kita dengar di Asrama Realino: Mens Sana in Corpore Sano. Di Asrama kita bersama telah merintis kekompakan, komunikasi, kepedulian, olahraga, kesantaian dalam musik dan nutrisi kita? Yang pasti waktu itu kita masih banyak merokok, meskipun belinya eceran.

Semoga panjang umur.

  • Sumbangan pikiran untuk teman-teman dalam menyambut Pesta Emas Realino Jakarta 6-7 Juli 2002
  • Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang (Alumnus 1955)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s