Pedoman Dasar Forsino

FORSINO
(Forum Komunikasi Realino)
PEDOMAN DASAR

PENDAHULUAN

Asrama Mahasiswa Realino didirikan oleh Serikat Yesus pada tahun 1952 di Yogyakarta dengan tujuan untuk menyediakan tempat tinggal bagi para mahasiswa dan sekaligus sebagai tempat pendidikan watak yang bersemboyankan “Sapientia et Virtus” (Kebijaksanaan dan Kebajikan), guna mempersiapkan mereka sebagai calon pemimpin di masa mendatang.

Penyelenggaraan Asrama Mahasiswa Realino, dirancang sebagai masyarakat dan bangsa Indonesia mini dengan ke-“Bhinneka”-annya dalam hal: asal daerah, etnis, agama, dan disiplin ilmu (mikrokosmos); serta dikelola sebagai wadah kebersamaan (keluarga) yang berlandaskan persatuan dengan mengefektifkan interaksi dinamis dari seluruh warganya.

Dengan demikian, Asrama Mahasiswa Realino adalah suatu Convictus Studentium yang berfungsi sebagai Mikrokosmos, Keluarga, dan Tempat Pendidikan para calon pemimpin bangsa.

Pengalaman hidup bersama selama di Asrama Mahasiswa Realino yang dilandasi oleh semboyan Sapientia et Virtus telah membentuk watak dan tata nilai yang sangat membekas, dijunjung tinggi, dan dibanggakan oleh para alumninya sampai saat ini. Oleh karena itu para alumni Asrama Mahasiswa Realino bertekad untuk melestarikan semangat dan jiwa Sapientia et Virtus dalam kerangka hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kesadaran dan dorongan tersebut di atas semakin dirasakan perlu oleh para alumni Asrama Mahasiswa Realino, terutama setelah terpaan krisis multi dimensional yang telah menjadikan Bangsa Indonesia semakin tertinggal dari bangsa-bangsa lain dalam tatanan dunia tanpa batas (globalisasi). Para alumni Asrama Mahasiswa Realino – apapun latar belakangnya (daerah asal, suku, agama, disiplin ilmu) dan di manapun sekarang mereka mengabdi, baik di penjuru tanah air ataupun di luar negeri – bertekat bulat untuk turut serta secara aktif mengangkat derajad dan martabat bangsa Indonesia dengan mengisi kehidupan “Indonesia Baru” yang bhinneka, bersatu, dan bertanggungjawab.

Asrama Mahasiswa Realino sebagai “Convictus Studentium” telah dialihfungsikan oleh Serikat Yesus pada tahun 1991 dalam rangka menjawab tantangan jaman dan dunia pendidikan yang berbeda. Sekalipun demikian, jiwa dan semangat “Sapientia et Virtus”  harus dan akan tetap abadi dalam diri setiap insan alumni Asrama Mahasiswa Realino. Oleh karena itu, maka diperlukan adanya suatu wadah atau bentuk baru. Dalam acara Reuni Akbar Asrama Mahasiswa Realino yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 14-16 Juli 2000 telah disepakati wadah atau bentuk baru tersebut yang merupakan kelanjutan dan peleburan dari wadah-wadah kebersamaan yang pernah dan sudah ada di Jakarta, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain. Wadah ini kemudian disebut dengan Forum Komunikasi Realino (FORSINO).

Pasal 1
NAMA, WAKTU, DAN SIFAT

1. Wadah kebersamaan ini disebut Forum Komunikasi Realino disingkat FORSINO
2. FORSINO didirikan tanggal 30 Juni 1991 untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.

3. FORSINO bersifat PAGUYUBAN

Pasal 2
VISI

Visi FORSINO yang menjadi wadah kebersamaan yang dijiwai oleh semangat “Sapientia et Virtus” (kebijaksanaan dan kebajikan) adalah ikut serta secara aktif mengangkat derajad dan martabat masyarkat dan bangsa Indonesia yang majemuk, bersatu, bertanggung jawab.

Pasal 3
MISI

Misi FORSINO adalah:
1. Mempererat kebersamaan sesama alumni Asrama Mahasiswa Realino.
2. Menggali dan mensosialisasikan nilai-nilai “Sapientia et Virtus” (kebijaksanaan dan kebajikan).
3. Mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
4. Mewujudkan kepedulian kepada mereka yang kurang beruntung.

Pasal 4
USAHA-USAHA

FORSINO melakukan usaha-usaha yang sah untuk mewujudkan visi dan misinya. Usaha-usaha itu akan dirumuskan oleh Pengurus FORSINO dari waktu ke waktu.

Pasal 5
KEUANGAN

Keuangan FORSINO diperoleh dari sumbangan anggota dan bukan anggota, serta hasil usaha yang sah.

Pasal 6
KEANGGOTAAN

Yang dapat menjadi anggota FORSINO adalah:
1. Orang yang pernah menjadi penghuni Asrama Mahasiswa Realino (stelsel pasif)
2. Orang yang direkomendasikan oleh anggota FORSINO karena sejalan, setuju, dan mau turut serta dan membantu mencapai Visi dan Misi FORSINO.

Pasal 7
KEPENGURUSAN

Kepengurusan FORSINO terdiri dari:

1. Pengurus Pusat
Pengurus Pusat berada di Jakarta (Ibukota Negara).
Pengurus Pusat masa baktinya tiga tahun, bertugas untuk mengkordinasikan berbagai kegiatan dalam mewujudkan visi dan misi FORSINO.

2. Pengurus Cabang
Pengurus Cabang masa baktinya tiga tahun, bertugas melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan Cabangnya. Cabang-cabang FORSINO dapat didirikan di seluruh Indonesia, di setiap kotamadya/kabupaten dan kota-kota lainnya; dan juga di luar negeri dengan jumlah anggota minimal sepuluh orang.

Pasal 8
PERMUSYAWARATAN DAN PERTEMUAN

1. Nasional
a. Permusyawaratan Nasional dihadiri oleh Pengurus dan anggota dari Cabang-cabang, diselenggarakan setiap tiga tahun sekali, yang disebut Reuni Akbar, untuk memilih pengurus pusat yang baru dan membahas persoalan-persoalan bersama.
b. Rapat Pengurus Pusat diselenggarakan sesuai kebutuhan dan minimal tiga bulan sekali.

2. Cabang-cabang
a. Permusyawaratan Cabang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali untuk memilih Pengurus Cabang baru.
b. Pertemuan-Pertemuan anggota Cabang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan.
c. Rapat Pengurus Cabang diselenggarakan sesuai kebutuhan, tetapi minimal tiga bulan sekali.

Pasal 9
KEPANITIAAN

Pengurus Pusat maupun Pengurus Cabang dapat membentuk panitia-panitia yang bersifat ad-hoc untuk maksud dan tujuan tertentu.

Pasal 10
YAYASAN

Yayasan FORSINO (Forum Komunikasi Realino) yang didirikan oleh para pendiri (anggota-anggota FORSINO) sejak tahun 1991 sebagai wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang memerlukan badan hukum.

Pasal 11
PEMBUBARAN

FORSINO hanya dapat dibubarkan oleh Permusyawaratan Nasional yang diadakan khusus untuk itu. Putusan pembubaran sah apabila dihadiri oleh 2/3 jumlah anggota serta disetujui oleh 2/3 Cabang-cabang dan anggota dalam Permusyawaratan Nasional dimaksud.

***

Iklan

3 Replies to “Pedoman Dasar Forsino”

  1. Alhamdullillah. Bagus ini, sudah ada Pedoman Dasar Forsino. Ibarat sudah ada azas/dasar2/prinsip prinsipnya.
    Tinggal strategi aplikasinya yang perlu kita pikirkan bersama sehingga tapat sasaran, tepat guna dan tepat manfaat bagi bangsa besar ini, bangsa Indonesia Raya..

  2. Menurutku dua-duanya benar, Tri. Di buku Apa Siapa Realino masih disebut forum studi, tapi entah kapan sudah berubah menjadi Forum Komunikasi… dan lebih cocok dengan aktivitas kita karena (mungkin) tidak ada lagi yang studi tentang dan di asrama realino. Lebih penting memberi isi daripada mendiskusikan wadah. Ngono ya’e.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s