Arsip untuk Juli, 2009

Romo Bolsius di Semarang

Kutipan email Romo Bolsius.

Dear Felix dan Pramono, lama-kelamaan menjadi jelas bahwa beberapa romo akan ke Bandungan pada tanggal 26 sampai 28 Juli (29?), kemudian aku ingin ke Semarang. Menjadi juga jelas bahwa aku tidak perlu dijemput di Bandungan, akan ada seseorang yang akan ke Semarang pula. Di Semarang aku tinggal di rumah SJ, Jl. Argopuro 24.

Saya akan tinggal disana sampai tanggal 1 Agustus. Pada tanggal 31 Juli dirayakan pesta Jesuit Santo Ignasius disana, dan saya beristirahat sekaligus. Maka tinggal tanggal 29 siang sore dan 30 sepanjang hari untuk bertemu besama2 dengan siapapun yang ingin, dan pada tanggal 1 saya harap dijemput olehmu sampai ke airport.

Semoga sekarang menjadi jelas. Hubungilah aku pada tanggal 28 malam atau 29 siang di Argopuro.

Salam dari Ernst Bolsius SJ

Lanjutkan membaca ‘Romo Bolsius di Semarang’

The Last Empu

kerisTulisan Eko Raharjo, 1978

Keris tidak pernah menjadi perhatian saya sampai saya berkunjung kerumah MNG (Mas Ngabehi) Mandoyo Citro, abdi dalem keraton Yogya pada tahun 2003 dan membeli dua bilah keris, satu untuk anak saya. Dengan cepat saya sudah melupakan benda tsb. Ketika saya berkunjung lagi ke Yogya bulan Januari 2005, saya janji pada diri sendiri untuk tidak beli keris lagi. Namun “mak jegagig”, di Gabusan, Bantul, saya ketemu dengan orang tua yang mengaku sebagai empu. Rasanya saya pengin merespons dengan baris dalam lagunya Shania Twain: “So, you are an empu? That don’t impress me much!……”

Lanjutkan membaca ‘The Last Empu’

Musik di Realino (Band Realino)

Rubuyanto, Mulyanto, Bavo Saragih, Dwi Narwoko, Eddy Iswanto, Affandi

oleh j.mulyanto, realino ‘62

Pada saat saya masuk Realino tahun 1962, musik Realino “didominasi” oleh musik klasik. Kita bisa lihat dari koleksi alat musik di Realino pada waktu itu.  Ada sebuah piano tua, beberapa biola, cello dan ada sebuah bas betot. Pada waktu Romo Willenborgh pulang cuti dari negeri Belanda, beliau membawa tambahan koleksi yaitu beberapa biola lagi, beberapa cello, saksophone dan suling. Lalu muncul sebuah orkes dengan conductor romo Willenborgh sendiri dan beberapa teman pecinta musik klasik.

Lanjutkan membaca ‘Musik di Realino (Band Realino)’

Halaman Berikutnya »