<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ahmad Wahib</title>
	<atom:link href="http://forsino.wordpress.com/2009/03/31/ahmad-wahib/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://forsino.wordpress.com/2009/03/31/ahmad-wahib/</link>
	<description>Kumpulan Foto dan Artikel Alumni Asrama Mahasiswa Realino</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jan 2010 11:52:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: lisa</title>
		<link>http://forsino.wordpress.com/2009/03/31/ahmad-wahib/#comment-201</link>
		<dc:creator>lisa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 06:02:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://forsino.wordpress.com/?p=1311#comment-201</guid>
		<description>Terima kasih atas ulasan ini, mengingatkan saya semasa sma ketika membaca buku ini.seorang teman meminjamkan, membuat saya membacanya.Waktu itu saya memahami setiap orang yang mencari kebenaran layaklah disebut muslim.mungkin demikian juga wahib berpikir. Setelah tahun berlalu , dan saya mengikuti beberapa kajian Islam, muslim tersebut adalah sebuah kata ganti untuk orang yang telah membenarkan Allah sebagai Tuhannya dan dengan segala konsekwensinya dia harus berserah diri pada Allah sebagai Tuhannya.
Dalam hubungan sosial  manusia pasti akan membentuk komunitas, baik dari kesamaan agama , budaya atau lainnya. Dan membentuk negara yang akan mengelola semua kepentingan dari komunitas tsb . 

Pikiran Wahib memang bagus mengkritisi banyak hal dalam beragama kita, dengan berpikir kritis maka sebuah aktivitas akan bermakna. Tapi saya tidak sependapat jika kebenaran itu jamak, kita harus yakin akan satu kebenaran , kalau pun kita menghargai pendapat / prinsip orang lain bukan berarti kebenaran banyak kan ? Memang kebenaran relative adalah milik manusia, karena keterbatasan kita, termasuk memahami agama. 
Agama banyak memberi tuntunan dan informasi yang membuat manusia berpikir .Hal itu diakui semua orang.Kecuali kalau orang yang subyektif ya. 

Maaf kalau terlalu banyak komentarnya dan tidak fokus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas ulasan ini, mengingatkan saya semasa sma ketika membaca buku ini.seorang teman meminjamkan, membuat saya membacanya.Waktu itu saya memahami setiap orang yang mencari kebenaran layaklah disebut muslim.mungkin demikian juga wahib berpikir. Setelah tahun berlalu , dan saya mengikuti beberapa kajian Islam, muslim tersebut adalah sebuah kata ganti untuk orang yang telah membenarkan Allah sebagai Tuhannya dan dengan segala konsekwensinya dia harus berserah diri pada Allah sebagai Tuhannya.<br />
Dalam hubungan sosial  manusia pasti akan membentuk komunitas, baik dari kesamaan agama , budaya atau lainnya. Dan membentuk negara yang akan mengelola semua kepentingan dari komunitas tsb . </p>
<p>Pikiran Wahib memang bagus mengkritisi banyak hal dalam beragama kita, dengan berpikir kritis maka sebuah aktivitas akan bermakna. Tapi saya tidak sependapat jika kebenaran itu jamak, kita harus yakin akan satu kebenaran , kalau pun kita menghargai pendapat / prinsip orang lain bukan berarti kebenaran banyak kan ? Memang kebenaran relative adalah milik manusia, karena keterbatasan kita, termasuk memahami agama.<br />
Agama banyak memberi tuntunan dan informasi yang membuat manusia berpikir .Hal itu diakui semua orang.Kecuali kalau orang yang subyektif ya. </p>
<p>Maaf kalau terlalu banyak komentarnya dan tidak fokus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
