Artikel dari milis, posted by Yustinus Bayuntoro (87)
“Aku bukan nasionalis, bukan Katolik, bukan sosialis. Aku bukan Budha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim. Aku ingin bahwa orang memandang dan menilaiku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk dan dari aliran mana saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia.”
(Catatan harian Alm. Ahmad Wahib, 9 Oktober 1969)
Saya ingat tulisan ini terpasang dalam sebuah pigura kecil dalam ruang kerja Pater Harry Stolk S.J., lengkap dengan tanda tangan almarhum. Meskipun waktu itu, saya masuk Realino tahun ’87, pimpinan asrama adalah Pater Wiryono (Dr. Ir. P. Wiryono P S.J.) tetapi sebagai cah anyar kami wajib mengenal semua penghuni asrama. Termasuk Pater Stolk yang pernah memimpin di dasawarsa sebelumnya dan kemudian juga memimpin saat asrama menghadapi penutupan 1992.



Komentar Terakhir