Arsip untuk Maret, 2009

Ahmad Wahib

Artikel dari milis, posted by Yustinus Bayuntoro (87)

“Aku bukan nasionalis, bukan Katolik, bukan sosialis. Aku bukan Budha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim. Aku ingin bahwa orang memandang dan menilaiku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk dan dari aliran mana saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia.”

(Catatan harian Alm. Ahmad Wahib, 9 Oktober 1969)

Saya ingat tulisan ini terpasang dalam sebuah pigura kecil dalam ruang kerja Pater Harry Stolk S.J., lengkap dengan tanda tangan almarhum. Meskipun waktu itu, saya masuk Realino tahun ’87, pimpinan asrama adalah Pater Wiryono (Dr. Ir. P. Wiryono P S.J.) tetapi sebagai cah anyar kami wajib mengenal semua penghuni asrama. Termasuk Pater Stolk yang pernah memimpin di dasawarsa sebelumnya dan kemudian juga memimpin saat asrama menghadapi penutupan 1992.

Lanjutkan membaca ‘Ahmad Wahib’

Pergolakan Pemikiran Islam

Artikel dari milis, posted by Yustinus Bayuntoro (87)
sampul-buku-ahmad-wahib

Pergolakan Pemikiran Islam
Catatan Harian Ahmad Wahib

Tgl Beli : 03 July 1987
Harga Buku : Rp. 3000,-
Penulis : Ahmad Wahib
Penyunting : Djohan Effendi & Ismed Natsir
Penerbit : LP3ES
Cetakan : Pertama, July 1981
Tebal : X+351 Halaman

.

***

Kira-kira dua minggu setelah setelah melahap buku Soe Hok Gie, kudapati juga akhirnya buku yang kubaca resensinya di koran Kompas sewaktu di Bangka. Buku mengenai seorang yang juga tragis mati muda seperti SHG, Ahmad Wahib ( 1942-1973 ).Tak banyak yang kuketahui waktu itu tentang pemuda dengan pemikiran liberal ini pada waktu itu. Yang kuketahui bahwa pemuda ini sangat liberal dan berpikir jauh dari masanya dalam hal-hal pemikiran agama Islam. Sementara dalam kata pengantarnya H.A. Mukti Ali menulis bahwa “Menarik sekali untuk dipelajari mengapa teman-teman muda ini-yang latar belakang pendidikan mereka berbeda-beda-sama-sama memperlihatkan pikiran-pikiran yang disaat itu dianggap  ”menyebalkan” dari pikiran yang dianggap umum di kalangan umat Islam.

Lanjutkan membaca ‘Pergolakan Pemikiran Islam’

Awas, Babiiii!!!

ophoeng

Oleh: Yan FT Xelo (1975)

.

Ini cerita lama. Mungkin anda pernah baca, mungkin juga belum. Mungkin hoax, mungkin juga real story. Jaman haree genee, susah juga bedain mana hoax mana real. Yang hoax dianggap real, yang real bisa dikira hoax. Tapi, kalaupun hoax, kayaknya sih kagak bakal dituntut juga sih, lha wong cuma intermezzo ajah. Apa boleh buat, tahi kambing katanya bulat-bulat. Disimpen jadi obat. Dimakan (taneman) jadi kuat. Mau?

Seorang kawan saya tinggal di kampung di pedalaman Lampung. Di sana ndak kenal macet sih, karena sepi lalu lintasnya. Melewati hutan yang masih cukup lebat. Transportasi mengandalkan motor sepeda yang utama. Jalan antar desa sudah lama rusak berat. Banyak lubang banyak pula genangan. Mana suka ketemu pohon tumbang melintang di tengah jalan pula. Jadi kalau bepergian naek motor kudu ekstra hati-hati.

Pernah sekali waktu kawan saya tu berdua naek sepeda motor, mau balik kampung sehabis belanja di pekan (pasar) di kota. Lewat jalan penuh lubang dengan genangan air keruh soklat warnanya. Rupanya semalam habis hujan lebat pula. Dari jauh nampak seseorang bermotor juga, jalannya kenceng sekali. Kawan kita sudah antisipasi dengan berhenti dulu, sebab ada lubang besar yang harus dihindari.

Lanjutkan membaca ‘Awas, Babiiii!!!’