Teman-teman, sahabat saya orang Jepang yang ini bernama Akira Nakatsuji. Dia mulai bersahabat dengan saya ketika tinggal di Realino.Tahun 1968, waktu itu Akira berumur 21 tahun, mendapat beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia di UGM. Dia tinggal di asrama Realino Yogya dari 1968 sampai 1970. Sebelumnya dia tinggal di rumah bangsawan Yogya (GPH ) yang setiap hari berbicara bahasa Jawa.
Dia bingung. Kesulitan hari pertama tinggal di Realino, dia tidak bisa tidur karena di tempat tidur dan kasurnya penuh dengan “kutu busuk”. Oleh bapak buahnya lalu diajarin agar kasurnya dijemur di luar dan kutu busuknya diuber dan diburu lalu dipithes-pithes sampai mati. Tempat tidur yang terbuat dari besi, “kutu busuk”nya dibakar dengan lilin dan hal itu dikerjakan berdua dengan kakak buah, sambil tertawa-tawa cengengesan. Selama dua hari menjemur kasur itu dia senang setengah mati, geli dan lucu bagi dia.



Komentar Terakhir