<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Polisi Menangkap &#8220;Agen CIA&#8221; di Realino</title>
	<atom:link href="http://forsino.wordpress.com/2009/02/05/polisi-menangkap-agen-cia-di-realino/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://forsino.wordpress.com/2009/02/05/polisi-menangkap-agen-cia-di-realino/</link>
	<description>Kumpulan Foto dan Artikel Alumni Asrama Mahasiswa Realino</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 12:58:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: G. Sumariyono</title>
		<link>http://forsino.wordpress.com/2009/02/05/polisi-menangkap-agen-cia-di-realino/#comment-131</link>
		<dc:creator>G. Sumariyono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 23:39:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://forsino.wordpress.com/?p=1237#comment-131</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Tapi saya juga punya kenangan kecil dengan G.Sumariyono. . suatu pagi buta saya mau kestasiun Tugu...diundak- undakan vila selatan berpapasan dengan G.Sumariyono yang mau naik kekamar..saya pikir baru dari kamar mandi. Waktu saya tanya dari mana..jawabannya. .. &quot; aku bar mimpi sepedaku ilang..tak tiliki neng tempat sepeda jebule isih ana..&quot; He..he..he..Mulyanto - angk 62&lt;/blockquote&gt;


mas Mulyanto,
terima kasih komentarnya. Saya sudah lupa akan kejadian mimpi kehilangan sepeda. Bagi saya sepeda saat itu merupakan alat transport penting, strategis dan murah, karena dengan sepeda saya bisa kemana-mana, bisa kuliah, bisa pergi ke sendangsono dan sebagainya. Biaya pemeliharaan hampir nihil. Sepeda ontel yang saya miliki pernah saya pakai untuk keliling dari Pati - Semarang - Magelang - Yogya pp. Jadi nilai historis dan emosionilnya luar biasa.  
Salam untuk nyonya   
Maryono - angk 63.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tapi saya juga punya kenangan kecil dengan G.Sumariyono. . suatu pagi buta saya mau kestasiun Tugu&#8230;diundak- undakan vila selatan berpapasan dengan G.Sumariyono yang mau naik kekamar..saya pikir baru dari kamar mandi. Waktu saya tanya dari mana..jawabannya. .. &#8221; aku bar mimpi sepedaku ilang..tak tiliki neng tempat sepeda jebule isih ana..&#8221; He..he..he..Mulyanto &#8211; angk 62</p></blockquote>
<p>mas Mulyanto,<br />
terima kasih komentarnya. Saya sudah lupa akan kejadian mimpi kehilangan sepeda. Bagi saya sepeda saat itu merupakan alat transport penting, strategis dan murah, karena dengan sepeda saya bisa kemana-mana, bisa kuliah, bisa pergi ke sendangsono dan sebagainya. Biaya pemeliharaan hampir nihil. Sepeda ontel yang saya miliki pernah saya pakai untuk keliling dari Pati &#8211; Semarang &#8211; Magelang &#8211; Yogya pp. Jadi nilai historis dan emosionilnya luar biasa.<br />
Salam untuk nyonya<br />
Maryono &#8211; angk 63.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Y. Mulyanto</title>
		<link>http://forsino.wordpress.com/2009/02/05/polisi-menangkap-agen-cia-di-realino/#comment-129</link>
		<dc:creator>Y. Mulyanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 08:59:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://forsino.wordpress.com/?p=1237#comment-129</guid>
		<description>Saya satu angkatan dengan sdr. G. Sumariyono pada waktu diasrama Realino. Tulisan pengalaman yang dibuat oleh beliau menunjukkan &quot;memori&quot; yang masih sangat bagus dan jernih dari G.Sumariyono (kapan tulisan itu dibuat ?) 

Apa yang dikisahkan memang apa yang saya alami juga selama di asrama Realino ditahun-tahun itu. Terutama tentang Endang Sariman, seorang figur kontroversial.yang humoris, ceplas ceplos, yang dengan kelucuannya itu justru membawanya ke penjara. Itu merupakan cost dari Endang Sariman.

Dulu, Endang Sariman kalau ketemu saya dan kakak saya selalu cakap Melayu. Dialek Melayunya sangat persis. Bagi yang mendengar bualan melayunya itu sepertinya memang ngece terhadap pemerintah yang sedang berkonfrontasi dengan Malaysia, tapi itulah dan begitulah Endang Sariman, berani mengutarakan yang bagi orang lain justru dihindari..

Tulisan sdr. G.Sumariyono membawa kita ke kenangan masa lalu di asrama Realino. Tapi saya juga punya kenangan kecil dengan G.Sumariyono. Suatu pagi buta saya mau ke Stasiun Tugu. Di undhak-undhakan vila selatan berpapasan dengan G. Sumariyono yang mau naik ke kamar. Saya pikir baru dari kamar mandi. Waktu saya tanya dari mana.. jawabannya... &quot; aku bar ngimpi sepedaku ilang.. tak tiliki neng tempat sepeda jebule isih ana..&quot; He..he..he.. 

ymulyanto (realino 62)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya satu angkatan dengan sdr. G. Sumariyono pada waktu diasrama Realino. Tulisan pengalaman yang dibuat oleh beliau menunjukkan &#8220;memori&#8221; yang masih sangat bagus dan jernih dari G.Sumariyono (kapan tulisan itu dibuat ?) </p>
<p>Apa yang dikisahkan memang apa yang saya alami juga selama di asrama Realino ditahun-tahun itu. Terutama tentang Endang Sariman, seorang figur kontroversial.yang humoris, ceplas ceplos, yang dengan kelucuannya itu justru membawanya ke penjara. Itu merupakan cost dari Endang Sariman.</p>
<p>Dulu, Endang Sariman kalau ketemu saya dan kakak saya selalu cakap Melayu. Dialek Melayunya sangat persis. Bagi yang mendengar bualan melayunya itu sepertinya memang ngece terhadap pemerintah yang sedang berkonfrontasi dengan Malaysia, tapi itulah dan begitulah Endang Sariman, berani mengutarakan yang bagi orang lain justru dihindari..</p>
<p>Tulisan sdr. G.Sumariyono membawa kita ke kenangan masa lalu di asrama Realino. Tapi saya juga punya kenangan kecil dengan G.Sumariyono. Suatu pagi buta saya mau ke Stasiun Tugu. Di undhak-undhakan vila selatan berpapasan dengan G. Sumariyono yang mau naik ke kamar. Saya pikir baru dari kamar mandi. Waktu saya tanya dari mana.. jawabannya&#8230; &#8221; aku bar ngimpi sepedaku ilang.. tak tiliki neng tempat sepeda jebule isih ana..&#8221; He..he..he.. </p>
<p>ymulyanto (realino 62)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Leo Sugoto</title>
		<link>http://forsino.wordpress.com/2009/02/05/polisi-menangkap-agen-cia-di-realino/#comment-128</link>
		<dc:creator>Leo Sugoto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 23:40:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://forsino.wordpress.com/?p=1237#comment-128</guid>
		<description>Setelah saya baca tulisan pak GS ini selama tinggal di asrama Realino, serta khususnya mengenai cerita Bp. Endang Sariman saya terharu sekaligus saya sangat setuju Asrama Realino bukan asrama mhs Khatolik (walaupun Pimpinannya seorang Pastur (bule lagi), 

Tetapi suasana dan nilai nilai budaya (culture) adalah nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa Indonesia, dari sabang sampai Merauke/Rote. Bukan dari budaya asing/Barat, yaitu budaya yg penuh dengan berbagai keragaman suku, etnis, agama / kepercayaan, kaya /miskin , warna kulit hitam/putih / kuning, bahasa , maupun juga perbedaan warna politiknya.

Semuanya itu terangkum dan menyatu jadi satu menjadi nilai-nilai SAPIENTIA ET VIRTUS,  dan ini hanya ada di Asrama REALINO. Beruntunglah kita semua yg pernah mengenyam,  merasakan, mengalami nilai-nilai ini (SAPIENTIA ET VIRTUS), Spirit ini sampai sekarang masih melekat di hati kita semua, khususnya mantam penghuni Asrama Realino, sehingga diantara kita masih merasa menjadi keluarga besar dan rasa kerinduan terus menerus tanpa batas sampai kt menghadap yang Kuasa. 

Iinilah  SAPIENTIA ET VIRTUS (Kebijakan dan Kebajikan).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah saya baca tulisan pak GS ini selama tinggal di asrama Realino, serta khususnya mengenai cerita Bp. Endang Sariman saya terharu sekaligus saya sangat setuju Asrama Realino bukan asrama mhs Khatolik (walaupun Pimpinannya seorang Pastur (bule lagi), </p>
<p>Tetapi suasana dan nilai nilai budaya (culture) adalah nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa Indonesia, dari sabang sampai Merauke/Rote. Bukan dari budaya asing/Barat, yaitu budaya yg penuh dengan berbagai keragaman suku, etnis, agama / kepercayaan, kaya /miskin , warna kulit hitam/putih / kuning, bahasa , maupun juga perbedaan warna politiknya.</p>
<p>Semuanya itu terangkum dan menyatu jadi satu menjadi nilai-nilai SAPIENTIA ET VIRTUS,  dan ini hanya ada di Asrama REALINO. Beruntunglah kita semua yg pernah mengenyam,  merasakan, mengalami nilai-nilai ini (SAPIENTIA ET VIRTUS), Spirit ini sampai sekarang masih melekat di hati kita semua, khususnya mantam penghuni Asrama Realino, sehingga diantara kita masih merasa menjadi keluarga besar dan rasa kerinduan terus menerus tanpa batas sampai kt menghadap yang Kuasa. </p>
<p>Iinilah  SAPIENTIA ET VIRTUS (Kebijakan dan Kebajikan).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yan</title>
		<link>http://forsino.wordpress.com/2009/02/05/polisi-menangkap-agen-cia-di-realino/#comment-107</link>
		<dc:creator>Yan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 03:01:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://forsino.wordpress.com/?p=1237#comment-107</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;GS: &quot;Pelapornya adalah mahasiswa yang mengaku sangat dekat dengan Endang Sariman.&quot;&lt;/blockquote&gt;

Sangat dekat, dalam arti teman sekamar? Jaman itu, orang memang bisa dengan gampang ditangkap oleh karena ada yang melapor. Lantas ditiru oleh penerusnya. Seperti sebuah balas dendam? Mudah-mudahan tidak ada lagi generasi penerus yang bersikap begitu: suka melapor ataupun suka membalas dendam. Sama-sama tidak enak bagi kurbannya ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>GS: &#8220;Pelapornya adalah mahasiswa yang mengaku sangat dekat dengan Endang Sariman.&#8221;</p></blockquote>
<p>Sangat dekat, dalam arti teman sekamar? Jaman itu, orang memang bisa dengan gampang ditangkap oleh karena ada yang melapor. Lantas ditiru oleh penerusnya. Seperti sebuah balas dendam? Mudah-mudahan tidak ada lagi generasi penerus yang bersikap begitu: suka melapor ataupun suka membalas dendam. Sama-sama tidak enak bagi kurbannya ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
