Arsip untuk Desember, 2008



Gelar Kesarjanaan

Oleh C. Atiek Soepardjono

Teristimewa untuk adik-adik anggota-anggota Forsino yang sebentar lagi akan menyelesaikan studi Sl mereka.
.
Dicari isteri-isteri sarjana untuk memasarkan batik dan barang-barang kerajinan”, demikian bunyi sebuah iklan. Sebuah iklan lain menawarkan kesempatan membeli kendaraan bermotor secara kredit “khusus untuk sarjana”.

wisudaTidak jelas apa hubungan antara kedudukan seseorang sebagai isteri sarjana dan kemampuannya untuk menyalurkan batik dan barang-barang kerajinan. Tidak jelas pula, apakah gelar kesarjanaan dapat menjamin bahwa penyandangnya pasti mampu dan mau membayar angsuran mobil dengan tepat dan cermat.

Lanjutkan membaca ‘Gelar Kesarjanaan’

Seandainya…

Oleh: F. Wignjoprasetya 0. Carm.

Seandainya empat dinding dalam mana saya selama bertugas sebagai Pemimpin Asrama Mahasiswa Realino (1959-1961) dapat dan boleh bicara…… betapa asyiknya mendengarkan tutur katanya! Tetapi seturut kode etik tidak semua yang benar dapat dikatakan, tergantung pada sikonnya (situasi dan kondisi). Inilah yang sesuai dengan jiwa dan semangat Realino: “SAPIENTIA ET VIRTUS!” – “BIJAK DAN PERWIRA (BERANI)!” Tegas, jujur memang, namun bijak!

Lanjutkan membaca ‘Seandainya…’

Rumah Baru dan Acara Perpisahan dengan Romo Stolk

Oleh Bimo Nugroho*

Realino pasca Asrama saat ini sungguh sepi. Ada renovasi di sana-sini. Meja kursi yang biasa digunakan warga untuk belajar, kini disimpan di ruang TV. Pintu dan jendela kamar kembali dicat kuning hijau. Harus diakui, gedung bernomor 111 itu sekarang tampak berseri. Sayang, tak ada suara bel yang membangunkan, lonceng tanda waktu makan, “gedebag-gedebug” bola basket, diskusi di kamar serta “kasak-kusuk” diperpustakaan. Sungguh, Realino sekarang lengang bagai perawan kesepian. (Perawan kesepian bisa juga genit, berisik dan banyak ulah. Tergantung pada perawannya dong! Red.).

Lanjutkan membaca ‘Rumah Baru dan Acara Perpisahan dengan Romo Stolk’

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »