Oleh Peter M. Hutahaean
Pada suatu malam Minggu di tahun 60-an, seperti biasa penghuni Realino termasuk saya bertandang (wakuncar) ke asrama putri Stella Duce Panti Rapih. Pulang wakuncar jarum jam sudah menunjuk ke angka 10.00 malam. Itu artinya, saya sudah terlambat dan pintu sudah ditutup oleh Romo Beek. Akhirnya, saya memanjat tiang pilar. Bayangkan jika saat itu ada hansip atau polisi, bisa berabe…, bisa-bisa saya dituduh maling….. Kejadian itu terjadi saat saya tinggal di Blok I dan menjadi anak buah Mas Soedarmadi.
Selanjutnya, pengalaman saya ketika menjadi Bapak Buah di Blok II yang dikomandani oleh romo Willenborg SJ. Suatu sore di tahun 1961, sekitar jam 15.30, terjadi gempa yang istilah kerennya lindu akibat letusan gunung Merapi. Semua penghuni atas menyelamatkan diri ke bawah, tinggal saya seorang yang tertinggal, karena masih tidur.
Dalam keadaan setengah mimpi saya mendengar teriakan-teriakan dari bawah, maka langsung saja saya lari terbirit-birit sambil merangkul bantal. Setelah sampai bawah saya baru sadar ….. ternyata saya hanya memakai celana dalam plus bertelanjang dada ………….

0 Tanggapan ke “Kenangan Malam Minggu & “Lindu””