Setiawan Tjahjono
Pada tanggal 28 Oktober yang lalu, bangsa Indonesia memperingati “Hari Soempah Pemoeda.” Peringatan ini dimaksudkan untuk mengenang tonggak sejarah pergerakan bangsa dimana pada tanggal tersebut 81 tahun yang lalu, para pemuda dan pemudi Indonesia secara terbuka menyatakan kebulatan hati dan tekat (commitment) mereka untuk melebur segala atribut yang berbau kedaerahan, kesukuan, keagamaan, dsb dengan berikrar : ”Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe: bertanah air satoe, tanah air Indonesia; berbangsa satoe, bangsa Indonesia, dan berbahasa satoe, bahasa Indonesia”. Ikrar inilah yang kemudian kita kenal sebagai Sumpah Pemuda.
Lanjutkan membaca ‘Bahasa Indonesia : dari “Soempah Pemoeda” sampai “National Summit”’


Komentar Terakhir