Bahasa Indonesia : dari “Soempah Pemoeda” sampai “National Summit”

setiawanSetiawan Tjahjono

Pada tanggal 28 Oktober yang lalu, bangsa Indonesia memperingati “Hari Soempah Pemoeda.” Peringatan ini dimaksudkan untuk mengenang tonggak sejarah pergerakan bangsa dimana pada tanggal tersebut 81 tahun yang lalu, para pemuda dan pemudi Indonesia secara terbuka menyatakan kebulatan hati dan tekat (commitment) mereka untuk melebur segala atribut yang berbau kedaerahan, kesukuan, keagamaan, dsb dengan berikrar : ”Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe: bertanah air satoe, tanah air Indonesia; berbangsa satoe, bangsa Indonesia, dan berbahasa satoe, bahasa Indonesia”. Ikrar inilah yang kemudian kita kenal sebagai Sumpah Pemuda.
Lanjutkan membaca ‘Bahasa Indonesia : dari “Soempah Pemoeda” sampai “National Summit”’

Kopdar Mancing Baronang

Setelah lama direncanakan dan dipersiapkan, akhirnya mancing baronang di Merak terlaksana dengan lancar dan “sukses”, persis seperti yang direncanakan semula. Seluruh proses yang harus dijalani seakan direstui alam. Alam telah memberikan dirinya demikian ramah sehingga tujuan obyektif dan subyektif tercapai dengan “sempurna”.

Lanjutkan membaca ‘Kopdar Mancing Baronang’

Reuni dengan diri sendiri

ekoraharjoEko Raharjo

Saya kaget sendiri ketika mengingat bahwa terakhir kali saya berada di asrama Realino adalah di saat hari terakhir saya “lulus” dari asrama tsb yakni tahun 1980. Setelah itu saya tak ingat lagi pernah mengunjungi asr. Realino kendati masih menyelesaikan coschap di RS Sarjito, kendati kemudian pernah balik ke Yogya dan punya proyek penelitian di PAU Biotek UGM. Jadi kira-kira sudah 27 tahun saya tidak pernah menapakkan kaki ke tangga menuju kamar-kamar warga, tidak membau urinoir disana, tidak mengintip makanan yang disajikan di refter asrama dengan perut keroncongan.
Lanjutkan membaca ‘Reuni dengan diri sendiri’

Halaman Berikutnya »